
PT Pertamina Lubricants terus memperkuat daya saing bisnis pelumas nasional melalui pengoperasian fasilitas produksi berteknologi modern. (IST)
JawaPos.com — PT Pertamina Lubricants terus memperkuat daya saing bisnis pelumas nasional melalui pengoperasian fasilitas produksi berteknologi modern.
Corporate Secretary PT Pertamina Lubricants Rika Gresia Wahyudi mengatakan, bisnis Pertamina bergerak di berbagai sector, selain sektor hulu, bahan bakar minyak (BBM) dan LPG, Pertamina juga memiliki bisnis pelumas untuk kebutuhan kendaraan maupun industri.
Ia menjelaskan, Pertamina Lubricants memiliki fasilitas produksi sendiri di Indonesia. Saat ini, Pertamina Lubricants mengoperasikan tiga pabrik pelumas yang berlokasi di Jakarta, Gresik, dan Cilacap. Pertamina Lubricants juga memiliki satu pabrik di luar negeri yaitu Thailand.
"Production Unit Jakarta memiliki peran penting dalam memastikan pemenuhan kebutuhan pelumas masyarakat dan industri. Di saat yang sama, fasilitas ini juga menjadi bagian dari upaya kami memperkuat daya saing produk Pertamina Lubricants di pasar global," kata Rika
Fasilitas produksi yang ada di Jakarta ini merupakan yang terbesar, dengan kapasitas produksi pelumas 270 ribu kiloliter per tahun.
Menurutnya, bisnis pelumas memiliki tingkat persaingan yang tinggi. Di Indonesia, terdapat lebih dari 200 merek pelumas yang telah terdaftar, termasuk merek global, maupun lokal.
"Di industri pelumas, persaingan sangat kompetitif dengan banyak pemain yang menawarkan produk dan kualitas yang beragam. Karena itu, kami terus meningkatkan kualitas, inovasi, dan daya saing produk agar dapat memberikan pilihan terbaik bagi konsumen," ujar Rika.
Tak hanya memenuhi kebutuhan pasar domestik, produk pelumas Pertamina juga telah menembus pasar internasional. Saat ini, produk Pertamina Lubricants telah dipasarkan ke 16 negara.
Keandalan distribusi Pertamina Lubricants secara nasional juga didukung jaringan pemasaran yang terdiri atas 7 Sales Region dan lebih dari 100 distributor, sehingga produk dapat menjangkau berbagai wilayah Indonesia.
Sementara itu, Manager Production Unit Jakarta PT Pertamina Lubricants Dody Arief Aditya mengatakan, fasilitas Production Unit Jakarta telah menggunakan teknologi modern dalam proses blending maupun filling. Penerapan teknologi otomasi tersebut dinilai mampu menjaga konsistensi kualitas produk sekaligus meningkatkan efisiensi proses produksi.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Kecelakaan Maut! BYD M6 Diduga Error hingga Tak Bisa Direm dan Tabrak Trotoar di Jakbar
Viral Pernyataan Pribadi Deputi Bakom soal Antek Asing di Balik Erupsi 6 Gunung Api di Indonesia
Prediksi Skor Bournemouth vs Lincoln City di Carabao Cup: The Cherries Menang Lewat Adu Penalti
Kronologi Kecelakaan Maut BYD M6 di Kembangan Jakbar, Ibu dan Anak Meninggal di TKP
Suami Endah Fitrianingsih Sakit Hati ke Malik Bawazier Atas Kasus Perzinaan
Prediksi Skor Fenerbahce vs Roma di Liga Champions: Duel Seru Berpotensi Seri
Kasus Keracunan MBG Berastagi Sisakan Masalah Serius, Siswa Alami Gangguan Saraf hingga Jantung
Prediksi Skor Sporting Lisbon vs Galatasaray di Liga Champions: Leões Sikat Tim Tamu di Kandang
Prediksi Skor Crystal Palace vs Middlesbrough di Carabao Cup: The Boro Siap Permalukan Tuan Rumah
Polisi Sebut Human Error Dibalik Kecelakaan Maut BYD M6 yang Tewaskan Sekeluarga di Kembangan Jakbar
