
Ilustrasi pasar ritel. (Pontianak Post Jawapos Group)
JawaPos.com - Ekonom Center of Reform on Economic (Core) Indonesia, Yusuf Rendy Manilet, menilai perbedaan kinerja konsumsi antarwilayah perlu dilihat secara lebih hati-hati karena setiap daerah memiliki karakteristik ekonomi yang berbeda.
Ia menjelaskan sejumlah kota masih mencatat pertumbuhan konsumsi yang cukup baik, namun perbandingan perlu dilakukan dengan melihat laju pertumbuhan serta basis indeks masing-masing daerah.
“Kalau melihat perbedaan antardaerah, saya juga tidak ingin menarik kesimpulan terlalu jauh. Memang ada beberapa kota yang masih mencatat pertumbuhan cukup baik, tetapi yang perlu dibandingkan adalah laju pertumbuhannya karena basis indeks setiap kota berbeda,” ujar Yusuf kepada JawaPos.com, Sabtu (11/7).
Yusuf mengatakan, perbedaan indeks pada sebuah daerah lebih mencerminkan variasi struktur ekonomi di masing-masing wilayah.
Ia menjelaskan, daerah yang memiliki ketergantungan lebih besar terhadap sektor jasa, perdagangan, dan pariwisata masih mendapatkan dorongan dari meningkatnya aktivitas masyarakat selama periode libur sekolah.
“Menurut saya, ini lebih mencerminkan perbedaan struktur ekonomi. Daerah yang ditopang jasa, perdagangan, dan pariwisata masih terbantu libur sekolah,” katanya.
Sementara itu, daerah yang memiliki ketergantungan tinggi terhadap sektor manufaktur dan ekspor menghadapi tekanan lebih besar akibat melemahnya permintaan global.
“Sedangkan daerah yang bergantung pada manufaktur dan ekspor menghadapi tekanan akibat lemahnya permintaan global,” ucapnya.
Diberitakan sebelumnya, Bank Indonesia (BI) memperkirakan kinerja penjualan rill Juni 2026 masih berada pada zona kontraksi atau berada di level 221,6 atau terkontraksi 4,4 persen secara tahunan year on year (yoy).
Berdasarkan hasil Survei Penjualan Eceran Bank Indonesia yang di publikasikan pada Kamis (9/7), secara bulanan kinerja penjualan eceran diperkirakan turun 0,8 persen secara bulanan atau month to month (mtm).
Dimana, jika dilihat dari wilayahnya beberapa kota masih mengalami penurunan penjualan, terutama Bandung yang terkontraksi 18,7 persen mtm, diikuti Jakarta sebesar 3,6 persen (mtm) dan Manado sebesar 2,9 persen mtm.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Profil Yudi Cahyadi, Atlet MMA yang Tantang Duel Herri Pras Usai Singgung UAS dan UAH
Profil Herri Pras yang Kritik UAS dan UAH, Pendiri PSGI yang Ditantang Duel Atlet MMA
7 Kebiasaan Masa Kecil yang Berpengaruh Pada Kesuksesan Anak di Masa Depan
Herri Pras Beberkan Kronologi Digerebek Petarung MMA: Ditendang dan Didengkul Ulu Hati
Marco Bezzecchi Tuai Kritik Usai Kesalahan di Sepang Memperburuk Peluang Juara Dunia
Kembali Lakukan Mutasi, Kapolri Suyudi Ganti 264 Pati dan Pamen Polri
Prediksi Susunan Pemain Atletico Madrid vs Bayern Munchen: Alex Baena Ingin Tim Tamu Kesulitan
Prediksi Galatasaray vs Stuttgart: Tuan Rumah Punya Modal Bagus,tetapi Tim Tamu Siap Beri Perlawanan
Prediksi Skor Jeonbuk Motors vs Johor Darul Takzim FC, Duel Ketat di AFC Champions League Elite
Usai Digeruduk Rombongan Petarung MMA, Herri Pras Sempat Dievakuasi di Polsek Gunung Putri

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022