Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 3 Juni 2026 | 17.18 WIB

IHSG Berpotensi Volatil Dipicu Harga Minyak dan Suku Bunga Tinggi

Layar IHSG di Gedung BEI, Jakarta, beberapa hari lalu. (Salman Toyibi/Jawa Pos) - Image

Layar IHSG di Gedung BEI, Jakarta, beberapa hari lalu. (Salman Toyibi/Jawa Pos)

JawaPos.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Rabu, berpotensi bergerak volatil seiring dengan tingginya harga minyak global, ditambah suku bunga global yang bertahan di level tinggi.

IHSG dibuka menguat 11,67 poin atau 0,19 persen ke posisi 6.207,10. Sementara itu, kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 turun 0,25 poin atau 0,04 persen ke posisi 619,02.

“Secara keseluruhan, prospek jangka pendek pasar Indonesia membaik, namun masih rentan terhadap tekanan eksternal berupa harga minyak tinggi, suku bunga global yang bertahan tinggi, dan melemahnya surplus perdagangan,” sebut Tim Riset Lotus Andalan Sekuritas dalam kajiannya di Jakarta, Rabu.

Dari mancanegara, pasar saham Amerika Serikat (AS) kembali mencetak rekor tertinggi pada 2 Juni 2026, dipimpin oleh optimisme terhadap perkembangan kecerdasan buatan (AI) dan sektor semikonduktor.

Sentimen ini memperkuat keyakinan investor bahwa siklus investasi AI masih berada dalam fase pertumbuhan yang panjang. Namun di balik rally tersebut, pasar juga mulai menghadapi risiko konsentrasi kenaikan indeks pada segelintir saham teknologi berkapitalisasi besar.

Sementara itu, ketegangan geopolitik antara AS dengan Iran meningkatkan kekhawatiran terhadap pasokan energi global, setelah Iran mengancam pemblokiran Selat Hormuz.

Kondisi ini mendorong harga minyak dunia kembali naik mendekati level 100 dolar AS per barel, dan berpotensi memicu tekanan inflasi global.

Ditambah lagi, data pasar tenaga kerja AS yang masih sangat kuat serta inflasi Zona Euro yang meningkat, membuat peluang penurunan suku bunga oleh bank sentral utama semakin terbatas.

"Kombinasi harga energi tinggi, inflasi yang masih kuat, dan suku bunga tinggi berpotensi mengurangi minat investor terhadap aset negara berkembang, termasuk Indonesia," sebut Tim Riset Lotus Andalan Sekuritas.

Dari dalam negeri, PMI manufaktur Indonesia kembali masuk zona ekspansi pada Mei 2026, yang menandakan aktivitas ekonomi domestik mulai membaik setelah sempat mengalami kontraksi pada bulan sebelumnya.

Editor: Mohamad Nur Asikin
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore