
Forum internasional Conference of Parties ke-30 (COP30) yang berlangsung di Belém, Brasil, PT Pertamina (Persero) menegaskan komitmennya mencapai target Net Zero Emission (NZE) 2060 atau lebih cepat.
JawaPos.com - Dalam forum internasional Conference of Parties ke-30 (COP30) yang berlangsung di Belém, Brasil, PT Pertamina (Persero) menegaskan komitmennya dalam mencapai target Net Zero Emission (NZE) 2060 atau lebih cepat.
Tekad tersebut ditunjukkan dengan melanjutkan transformasi bisnis dan memperkuat langkah-langkah keberlanjutan pada seluruh lini bisnis perusahaan, termasuk inovasi produk ramah lingkungan serta bersinergi dengan berbagai pihak.
Hal itu dikemukakan oleh Direktur Transformasi & Keberlanjutan Bisnis PT Pertamina (Persero) Agung Wicaksono, yang mewakili Perseroan dalam gelaran internasional yang menyerukan aksi kolektif dunia untuk menjaga iklim dan keberlanjutan lingkungan global.
Dalam gelaran Konferensi Perubahan Iklim PBB tersebut, Agung juga memaparkan komitmen Pertamina dalam mendukung visi Asta Cita Pemerintah Indonesia yang menyeimbangkan antara pertumbuhan ekonomi dan mengejar target NZE.
Pertamina, lanjutnya, telah memperluas peta jalan (roadmap) perseroan menuju NZE. Bila sebelumnya fokus pengurangan emisi mencakup hanya emisi langsung (Scope 1) dan emisi tidak langsung dari energi yang dibeli (Scope 2), kini Pertamina menambahkan Scope 3 yang mencakup pengukuran dan pengendalian emisi dari seluruh rantai bisnis.
“Kami sedang memperbarui roadmap Net Zero Emission Pertamina, tidak hanya mencakup emisi Scope 1 dan Scope 2, tetapi kini juga menambahkan Scope 3 untuk memastikan seluruh rantai bisnis energi kami berkontribusi terhadap pengurangan emisi,” ujar Agung usai opening ceremony KTT COP di Bèlem, Brasil, Senin 10 November 2025.
Agung menegaskan, sebagai perusahaan energi terbesar nasional, Pertamina menjadi pioneer dalam transformasi sektor energi, sebagai pilar utama dalam dekarbonisasi.
Sebagai wujud komitmen kuat perseroan terhadap agenda sustainability global dalam mengatasi perubahan iklim dan menjaga keberlanjutan lingkungan, Pertamina bahkan telah mengembangkan direktorat khusus yang membidangi transformasi dan keberlanjutan.
Pada COP kali ini, untuk pertama kalinya direktur yang membidangi sustainability Pertamina hadir dan menyampaikan pesan strategis tentang transformasi keberlanjutan yang dilakukan oleh Pertamina.
Agung menjelaskan, Pertamina sudah dan sedang mengembangkan strategi NZE di seluruh anak perusahaan dan lini bisnis, dengan menyelaraskan keunggulan operasional dengan tujuan iklim nasional. Pertamina, ujarnya, terus mendorong dekarbonisasi terintegrasi dan bisnis rendah karbon di seluruh rantai nilai Pertamina yang sejalan dengan strategi pertumbuhan ganda.
“Upaya dekarbonisasi juga dihasilkan dari bisnis Pertamina NRE dengan pemanfaatan Pembangkit Listrik Hijau untuk operasional seperti Tenaga Surya, PLTP, PLTBg, PLTSa, hidro dan angin, serta pada saat bersamaan mendukung ekosistem EV, mengembangkan hidrogen dan amonia hijau,” jelas Agung.
Pada lini bisnis hulu, perseroan menjalankan efisiensi energi, serta pengurangan metana dan flare loss. Tidak ketinggalan, perseroan juga mendorong peningkatan portofolio hulu serta mengembangkan Carbon Capture Storage (CCS) / Carbon Capture Utilization & Storage (CCUS) dan penangkapan karbon berbasis alam.
PT Pertamina Hulu Energi (PHE) sebagai subholding upstream Pertamina, terus memacu pengembangan 13 proyek CCS/CCUS (project pipeline 2025-2026), dengan potensi penyimpanan karbon mencapai 7,3 giga ton (GT). Perseroan juga menargetkan pengembangan klaster bisnis CCS/CCUS dengan kapasitas hulu-hilir (end-to-end/E2E) sekitar 60 metrik ton per tahun (MTPA).
“CCUS/CCS Indonesia berpotensi menjadi pemimpin di Asia Tenggara dengan mengatasi emisi di “sektor-sektor yang sulit dikurangi”. Ini menjadi resep utama dekarbonisasi di sektor hulu migas bagi Pertamina sebagai perusahaan energi. Potensinya bisa berkontribusi mendukung target penurunan emisi 68% dari sektor energi pada 2030,” ujarnya.
Pada sektor bisnis pengolahan, Pertamina mendorong produksi biofuel (Hydrotreated Vegetable Oil, Pertamax Green dan Sustainable Aviation Fuel/SAF), bahan baku rendah karbon (UCO, CPO), dan Amonia Biru.

Prediksi Susunan Pemain Timnas Portugal vs RD Kongo: Vitinha Incar Gol Pertamanya
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
7 Weton Tulang Wangi Darah Manis yang Disukai Mahluk Halus Menurut Primbon Jawa, Weton Anda Termasuk?
Daftar Pemain Ghana dan Panama di Grup L Piala Dunia 2026
Prediksi Skor Austria vs Yordania di Piala Dunia 2026: Debut Bersejarah Wakil Asia Terancam di Laga Pertama
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Prediksi Skor Timnas Portugal vs RD Kongo, Duel Pembuka Grup K Piala Dunia 2026 yang Sarat Ambisi
Surat Pernyataan Manajer Kopdes Merah Putih Bocor di Medsos, Undur Diri Kena Denda Rp 100 Juta?
5 Transportasi Surabaya-Malang Selain Motor yang Lebih Hemat, Tarif Mulai Rp 12 Ribuan
