
Pembukaan Pangan Nusa Expo 2025 di Hall 9 ICE BSD City, Tangerang/(Dimas Choirul/Jawapos.com).
JawaPos.com — Pangan Nusa Expo kembali hadir dalam rangkaian Trade Expo Indonesia (TEI) ke-40 dengan semangat baru, yaitu mengangkat potensi kuliner dan produk pangan Indonesia menuju pasar global.
Tak hanya jadi ajang promosi kekayaan cita rasa Nusantara, Pangan Nusa Expo 2025 juga menjadi panggung penting bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) pangan untuk menembus ritel modern dan memperluas pasar ekspor.
Pangan Nusa Expo 2025 yang berlangsung di Hall 9 ICE BSD City, Kabupaten Tangerang, ini menghadirkan 186 peserta dari berbagai daerah di Indonesia. Selain pameran produk pangan unggulan, acara ini juga diramaikan dengan penjajakan kesepakatan bisnis (business matching), konsultasi bisnis (business counseling), hingga seminar pengembangan usaha bagi UMKM.
“Pangan Nusa Expo merupakan promosi kekayaan kuliner dan potensi pangan Indonesia yang menyediakan kuliner untuk dinikmati pengunjung serta dipromosikan kepada para buyer,” ujar Menteri Perdagangan Budi Santoso yang familier disapa Mendag Busan saat membuka acara, Rabu (15/10).
UMKM Pangan Award: Langkah Menuju Ritel dan Ekspor
Salah satu sorotan utama dalam Pangan Nusa Expo tahun ini yaitu penyelenggaraan UMKM Pangan Award 2025 yang merupakan ajang penghargaan bagi 10 pelaku usaha pangan terbaik dari lima kategori, yaitu bumbu masakan, makanan ringan, makanan siap saji, minuman kemasan, dan produk inovatif.
Menurut Mendag Busan, penghargaan ini bukan sekadar bentuk apresiasi, tetapi juga strategi konkret untuk membuka akses pasar lebih luas bagi UMKM pangan nasional.
“Pangan Award ini sebenarnya bentuk kurasi. Produk yang lolos otomatis akan dijual di ritel modern dan pasti lolos program UMKM Berani Inovasi, Siap Adaptasi (BISA) Ekspor,” jelasnya.
Ia menambahkan, kolaborasi dengan Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) memastikan pemenang Pangan Award dapat menembus pasar domestik sekaligus berorientasi ekspor. “Pasar kita besar, jangan sampai produk makanan saja diisi dari negara lain,” tegasnya.
Sementara itu, Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri, Iqbal Shoffan Shofwan, melaporkan antusiasme tinggi pada Pangan Nusa Expo tahun ini. Menurutnya, acara ini bukan sekadar dihadiri oleh 186 peserta, tetapi juga telah mencatat transaksi business matching sebesar Rp800 juta dalam satu hari.
Aktivitas pada kegiatan Pangan Nusa Expo 2025 yang berlangsung di Hall 9 ICE BSD City, Kabupaten Tangerang. (Foto: Dimas Choirul/JawaPos.com)
Produk Inovatif, dari Camilan Sehat hingga Minuman Rempah
Ragam produk yang tampil di Pangan Nusa Expo 2025 mencerminkan inovasi UMKM dalam mengolah bahan pangan lokal. Di kategori camilan, muncul produk-produk kreatif seperti keripik singkong panggang merek Sabrina Cassava, stik keju ulir Euro Snack, hingga kulit ayam crispy Nonaka yang berhasil lolos kurasi dan akan difasilitasi PT Kereta Api Indonesia (KAI) untuk disajikan di layanan penumpang.
“Setelah melalui proses business matching dan kurasi oleh PT KAI sebulan yang lalu, terpilih enam UMKM yang akan difasilitasi dengan kontrak selama satu tahun,” ujar Iqbal.
Selain itu, produk minuman seperti jahe merah serbuk Fit Shine dan teh pempek crunchy Ugeta’s Tea menjadi bukti bahwa tren pangan fungsional dan sehat kian diminati, tidak hanya di pasar domestik tapi juga potensial di pasar ekspor.
S’rasa: Diplomasi Rasa Rempah Indonesia ke Lima Negara
Pangan Nusa Expo 2025 juga menjadi ajang peluncuran program S’rasa – Rasa Rempah Indonesia yang digagas sebagai upaya membawa kekayaan kuliner Nusantara ke panggung dunia. Program ini memperkenalkan lima restoran Indonesia terpilih yang akan menjadi duta cita rasa di berbagai negara, yaitu London - Inggris, Washington D.C. - Amerika Serikat, Tokyo - Jepang, Sydney - Australia, dan Amsterdam - Belanda.
Ia mengungkapkan, beberapa merek besar seperti Sate Khas Senayan dan Es Teler 77 kini siap berekspansi secara profesional melalui sistem manajemen modern.
