
Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa. (Istimewa)
JawaPos.com – Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menyikapi isu terkait bunga deposito valas 4 persen yang belakangan ramai diperbincangkan. Ia menegaskan bahwa kebijakan tersebut belum pernah dibahas di Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK).
“Kebijakan ini belum sampai ke KSSK. Di kantor presiden pun belum selesai analisanya. Jadi ini sebagian mungkin (bank) offside. Saya enggak tahu (bank) dapat bocoran dari mana sehingga melakukan hal itu. Tapi pada dasarnya belum sampai ke KSSK,” ujar Purbaya dalam Media Briefing di Kantor Kemenkeu, Jakarta, Jumat (26/9).
Menurutnya, jika memang kebijakan itu benar adanya, maka KSSK akan mendiskusikannya bersama Bank Indonesia (BI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Hal ini penting untuk menghitung dampak yang mungkin timbul dari kebijakan tersebut.
“Kalau ada pun nanti kami akan diskusikan dengan BI dan OJK. Apa kira-kira dampaknya. Dan kita hitung kemungkinan seperti apa. Jadi akan kita counter check di KSSK dengan berbagai pihak yang terlibat,” jelasnya.
Lebih lanjut, Purbaya juga menepis anggapan bahwa dirinya yang memerintahkan kebijakan bunga valas 4 persen di seluruh bank himbara. Ia mengklaim, dirinya memang koboy, tapi ia memastikan segala kebijakan harus benar-benar diperhitungkan secara matang.
“Jadi, saya kelihatan gayanya selonongan dan sembarangan kan. Enggak, kita hitung dengan benar. Jadi koboynya, pestolnya banyak,” ungkapnya sambil berkelakar.
Lebih lanjut, dia pun mengakui pemerintah di Istana memang pernah mendiskusikan perihal insentif bagi pemegang valas. Namun, ia memastikan bahwa kebijakan itu belum selesai.
Adapun rencananya, kata Purabaya, insentif itu akan diberikan oleh pemerintah dengan niatan agar pemegang valas di Singapura bisa berpindah ke Indonesia atau switching.
Tetapi lagi-lagi Purbaya memastikan, diskusi tersebut belum diputuskan menjadi sebuah kebijakan karena risikonya masih diperhitungkan.
"Memang pernah ada diskusi kan waktu itu saya bilang di Istana bahwa akan ada insentif ke pemegang valas, supaya mindahin valas dari Singapura ke Indonesia, kira-kira gitu. Cuma itu masih belum selesai, masih ada risiko yang mesti dihitung. Dan sepertinya pada waktu Presiden merintahkan timnya untuk menghitung risiko yang mereka sebelumnya tidak hitung," beber Purbaya.
"Jadi itu belum selesai. Jadi mestinya sih Danantara akan memerintahkan perbankannya untuk melakukan praktik bisnis sesuai dengan kondisi pasar, market base. Jadi nggak akan intervensi secara langsung juga," tutupnya.

Pemerintah Perkuat Pengawasan Tata Niaga Minyak Goreng, Mafia Pangan Bakal Disikat Habis
Bocor! Ini Alasan Yuran Fernandes Terima Pinangan Bernardo Tavares untuk Perkuat Persebaya Surabaya
Prediksi Skor PSG vs Arsenal di Final Liga Champions 2025/2026! Les Parisiens Unggul Tipis
11 Barang yang Secara Psikologi Jadi Pemborosan Orang Miskin tapi Tak Pernah Dibeli Orang Kaya
Prediksi Line Up PSG Menghadapi Arsenal di Final Liga Champions
Suasana di Dalam Tenda Glamping Tempat Satu Keluarga Tewas di Temanggung
Harga Pasaran 4 Pemain Lokal Ini Bikin Kaget! Meroket usai Bawa Persebaya Surabaya Finis Papan Atas
Breaking News! Persebaya Surabaya Deal Rekrut Ramadhan Sananta, Mesin Gol Baru Era Bernardo Tavares
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
