
Direktur Utama PT Debindomulti Adhiswasti Vibiadhi Swasti Pradana. (Debindomulti Adhiswasti)
JawaPos.com-Masih terbatasnya akses pelaku usaha Indonesia ke pameran internasional kerap menjadi hambatan dalam memperluas pasar ekspor dan memperkuat daya saing. Isu ini semakin relevan di tengah tuntutan industrialisasi, hilirisasi, serta dorongan pemerintah agar Indonesia mampu menjadi salah satu kekuatan ekonomi dunia.
Menjawab tantangan tersebut, PT Debindomulti Adhiswasti (Debindo) menjalin kemitraan strategis dengan ITE Group, salah satu penyelenggara pameran internasional terbesar berbasis di Rusia, Dubai, Beijing, dan New Delhi.
Nota kesepahaman yang diteken kedua pihak diklaim menjadikan Debindo sebagai mitra resmi ITE di Indonesia untuk mempromosikan pameran global ITE. Sekaligus memfasilitasi keikutsertaan perusahaan Indonesia di ajang-ajang berskala dunia.
“Ini bukan sekadar kemitraan, melainkan langkah maju agar dunia makin mengenal kekuatan industri Indonesia,” ujar Direktur Utama Debindo Vibiadhi Swasti Pradana di Jakarta.
Kolaborasi ini diharapkan memberi peluang lebih luas bagi sektor industri nasional, mulai dari teknologi pangan, farmasi, agri-tech, hingga kemasan dan percetakan.
Keikutsertaan dalam pameran bergengsi seperti MosBuild, WorldFood Moscow, RosUpack, hingga Pharmtech akan membuka jalur langsung bagi pelaku bisnis Indonesia untuk bertemu pengambil keputusan industri global.
Selain memperluas jejaring B2B lintas negara, langkah ini juga dinilai sejalan dengan agenda pemerintah mendorong ekspor, kedaulatan pangan, digitalisasi, serta hilirisasi produk. Dalam konteks diplomasi ekonomi, keterlibatan aktif di pameran internasional juga menjadi cara memperkuat posisi Indonesia di panggung global.
ITE Group, yang setiap tahun menyelenggarakan lebih dari 30 pameran industri dengan 10 ribu peserta dari berbagai negara, juga menawarkan platform digital ITE Connect. Fitur ini memudahkan networking virtual, showcase produk, hingga negosiasi bisnis jarak jauh, sejalan dengan agenda transformasi digital nasional.
Dengan masih adanya tantangan kesenjangan akses pasar global, kemitraan Debindo–ITE bisa menjadi momentum strategis bagi pelaku usaha nasional, khususnya sektor manufaktur dan UMKM, untuk menembus pasar internasional yang selama ini relatif sulit dijangkau.
“Partisipasi di pameran global tidak hanya soal transaksi bisnis, tapi juga memperkuat branding Indonesia sebagai negara dengan potensi industri yang besar,” tambah Vibiadhi.
Sejumlah pameran mendatang di Moskow, seperti Dairytech, Printech, dan RosUpack, disebut dapat menjadi batu loncatan baru dalam memperluas jangkauan produk Indonesia ke pasar non-tradisional.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Bali United FC vs Sabah FC di Dewata Challenge Series 2026: Serdadu Tridatu Berpesta!
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kasus Penjahit Rasis Bali Kembali Diperbincangkan, Diduga Ada Intimidasi Saat Audiensi
Prediksi Skor Sabah FC vs Persib Bandung: Pangeran Biru Bidik Puncak Dewata Challenge Series 2026
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Sakit Hati, Alasan Eks Karyawan Bongkar Aib Richard Lee Suka 'Jajan Cewek'
15 Kata Cristiano Ronaldo ke Lionel Messi Setelah sang Ayah Meninggal Dunia
Biaya Nany Widjaja untuk Lobi Pembelian Tanah Rp 50 M, Harga Tanah Hanya Rp 30 M
Bentrokan di USS Abraham Lincoln: 7 Prajurit Dilaporkan Tewas di Tengah Perang dengan Iran
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
