Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyetujui peningkatan porsi KUR sektor produksi, dukung UMKM dan pertumbuhan ekonomi. (Nurul Fitriana/Jawapos)
JawaPos.com - Menteri Koordinator bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto menyetujui untuk menambah porsi Kredit Usaha Rakyat (KUR) sektor produksi ditingkatkan. Tak menyebut berapa porsi yang disetujui, namun ia menyebut tidak ada limit untuk KUR sektor produksi.
Hal ini guna merespons permintaan Menteri Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman yang meminta porsi KUR UMKM di sektor produksi dinaikkan hingga 65 persen dari sebelumnya 60 persen. "Dan tadi Pak Menteri UMKM sudah mengatakan bahwa produksi ataupun industri harus terus didorong dan tingkat pemanfaatan KUR untuk sektor produksi untuk ditingkatkan. Jadi, saya setuju saja Pak Maman. Jadi, kuotanya ditambah, sebetulnya kuotanya itu limitnya tidak terbatas," kata Airlangga dalam acara Pesta Rakyat untuk Indonesia 2025 di Jakarta, Kamis (22/8).
Lebih lanjut, dia mengatakan peningkatan itu masih mungkin dilakukan selama memang memiliki nilai manfaat oleh para UMKM sektor produksi. Bahkan, Airlangga menyampaikan harapan agar Menteri UMKM bisa mendorong para pengusaha UMKM di bidang makanan dan minuman bisa turut mengakses pembiayaan tersebut.
"Selama itu masih bisa dimanfaatkan dan kemarin bahkan kita tambahkan yang investasi jangka panjang untuk di sektor industri sampai Rp 20 triliun. Nah itu mungkin Pak Maman juga bisa dorong yang industri padat karya termasuk makanan minuman itu termasuk industri padat karya," pungkasnya.
Sebelumnya, Menteri Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman meminta porsi Kredit Usaha Rakyat (KUR) di sektor produksi dinaikkan hingga 65 persen. Permintaan ini disampaikan karena realisasi KUR tersebut telah mencapai 60,3 persen dari Rp 300 triliun hingga Agustus 2025.
"Alhamdulillah sampai hari ini alokasi KUR Rp 300 triliun itu 60,3 persen sudah masuk ke sektor produksi. Kalau sampai akhir tahun konsisten di angka 60 persen, targetnya bisa naik ke 63 atau 65 persen," kata Maman.
Menurutnya, peningkatan penyaluran KUR ke sektor produksi penting karena memberikan dampak besar. Mulai dari penyerapan tenaga kerja hingga efek berantai bagi pertumbuhan ekonomi dari pusat hingga daerah.
"Kalau dana KUR tersalurkan lebih banyak ke sektor produksi, multiplier effect-nya juga besar. Lapangan kerja bertambah dan ekonomi daerah ikut bergerak," jelasnya.
Maman juga menyoroti peran bank-bank Himbara sebagai penyalur KUR. Ia menilai perbankan perlu mendukung penuh langkah pemerintah dalam mengarahkan pembiayaan ke sektor produktif.
"Ini bisa menjadi challenging dan tantangan juga buat kita semua setuju ya, Pak ya. Bank himbara gimana bank himbara, siap pak ya? Nah ini kata kunci juga di Bank himbara nih," tutupnya.

Profil Ikhwan Ali Tanamal: Winger Baru Persib Bandung Menyala di Piala Presiden 2026, Wonderkid Tulehu Dikontrak hingga 2028
Prediksi Skor PSMS Medan vs Port FC Piala Presiden 2026: Debut Bruno Moreira Usai Tinggalkan Persebaya Surabaya
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Profil Fajar Listyantara, Legenda PSS Sleman dan PSIM Yogyakarta yang Meninggal Dunia Akibat Gagal Ginjal
Bentrok Maut Tambak Matraman, Satu Orang Tewas, Motor hingga Rumah Semi Permanen Dibakar
Prediksi Skor Persebaya Surabaya vs Persija Jakarta di Piala Presiden 2026: Momentum Green Force Unjuk Gigi
Ikhwan Ali Tanamal Resmi Gabung Persib Bandung, Siap Bekerja Keras Rebut Tempat di Tim Utama
Prediksi Susunan Pemain PSMS Medan vs Port FC di Piala Presiden 2026: Port Lions Masih Terlalu Digdaya!
Prediksi Skor Persib Bandung vs Arema FC di Piala Presiden 2026: Maung Bandung Masih Terlalu Perkasa?
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
