Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 23 Agustus 2025 | 03.11 WIB

Setuju Porsi KUR UMKM Sektor Produksi Naik, Menko Airlangga: Sebetulnya Kuota itu Tidak Terbatas

Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyetujui peningkatan porsi KUR sektor produksi, dukung UMKM dan pertumbuhan ekonomi. (Nurul Fitriana/Jawapos)

 

JawaPos.com - Menteri Koordinator bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto menyetujui untuk menambah porsi Kredit Usaha Rakyat (KUR) sektor produksi ditingkatkan. Tak menyebut berapa porsi yang disetujui, namun ia menyebut tidak ada limit untuk KUR sektor produksi. 

Hal ini guna merespons permintaan Menteri Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman yang meminta porsi KUR UMKM di sektor produksi dinaikkan hingga 65 persen dari sebelumnya 60 persen. "Dan tadi Pak Menteri UMKM sudah mengatakan bahwa produksi ataupun industri harus terus didorong dan tingkat pemanfaatan KUR untuk sektor produksi untuk ditingkatkan. Jadi, saya setuju saja Pak Maman. Jadi, kuotanya ditambah, sebetulnya kuotanya itu limitnya tidak terbatas," kata Airlangga dalam acara Pesta Rakyat untuk Indonesia 2025 di Jakarta, Kamis (22/8). 

Lebih lanjut, dia mengatakan peningkatan itu masih mungkin dilakukan selama memang memiliki nilai manfaat oleh para UMKM sektor produksi. Bahkan, Airlangga menyampaikan harapan agar Menteri UMKM bisa mendorong para pengusaha UMKM di bidang makanan dan minuman bisa turut mengakses pembiayaan tersebut. 

"Selama itu masih bisa dimanfaatkan dan kemarin bahkan kita tambahkan yang investasi jangka panjang untuk di sektor industri sampai Rp 20 triliun. Nah itu mungkin Pak Maman juga bisa dorong yang industri padat karya termasuk makanan minuman itu termasuk industri padat karya," pungkasnya. 

Sebelumnya, Menteri Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman meminta porsi Kredit Usaha Rakyat (KUR) di sektor produksi dinaikkan hingga 65 persen. Permintaan ini disampaikan karena realisasi KUR tersebut telah mencapai 60,3 persen dari Rp 300 triliun hingga Agustus 2025.

"Alhamdulillah sampai hari ini alokasi KUR Rp 300 triliun itu 60,3 persen sudah masuk ke sektor produksi. Kalau sampai akhir tahun konsisten di angka 60 persen, targetnya bisa naik ke 63 atau 65 persen," kata Maman. 

Menurutnya, peningkatan penyaluran KUR ke sektor produksi penting karena memberikan dampak besar. Mulai dari penyerapan tenaga kerja hingga efek berantai bagi pertumbuhan ekonomi dari pusat hingga daerah. 

"Kalau dana KUR tersalurkan lebih banyak ke sektor produksi, multiplier effect-nya juga besar. Lapangan kerja bertambah dan ekonomi daerah ikut bergerak," jelasnya. 

Maman juga menyoroti peran bank-bank Himbara sebagai penyalur KUR. Ia menilai perbankan perlu mendukung penuh langkah pemerintah dalam mengarahkan pembiayaan ke sektor produktif. 

"Ini bisa menjadi challenging dan tantangan juga buat kita semua setuju ya, Pak ya. Bank himbara gimana bank himbara, siap pak ya? Nah ini kata kunci juga di Bank himbara nih," tutupnya.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore