Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 18 Juli 2025 | 03.07 WIB

Trump Wajibkan Indonesia Impor Produk Pertanian AS Senilai USD 4,5 Miliar, Mentan Amran: Gandum Paling Besar

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman saat ditemui usai menghadiri acara Kagama Leaders Forum Series di Kantor RRI Jakarta, Kamis (17/7). (Nurul Fitriana/Jawapos) - Image

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman saat ditemui usai menghadiri acara Kagama Leaders Forum Series di Kantor RRI Jakarta, Kamis (17/7). (Nurul Fitriana/Jawapos)

JawaPos.com - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyampaikan kewajiban Indonesia untuk membeli produk pertanian dari negeri Paman Sam senilai USD 4,5 miliar. Ini sejalan dengan komitmen Indonesia-AS yang telah diputuskan memperoleh tarif ekspor ke Amerika sebesar 19 persen, atau lebih rendah daripada Vietnam (20%) hingga Malaysia (25%).

Merespons hal itu, Menteri Pertanian (Mentan), Amran Sulaiman memastikan bahwa produk pertanian AS yang akan paling besar di impor Indonesia adalah gandum.

"Untuk yang pertanian, jadi gandum yang paling besar," ujar Mentan Amran saat ditemui di Jakarta, Kamis (17/7).

Lebanjut, Amran juga memastikan langkah impor gandum dari AS tidak akan berpengaruh terhadap program ketahanan pangan di tanah air. Pasalnya, Indonesia memang sudah terbiasa melakukan impor pada sejumlah komoditas yang diperlukan, salah satunya seperti jagung.

Kendati begitu, kata Amran, pemerintah juga tidak akan melakukan importasi jika suatu komoditas stoknya masih dipandang cukup untuk memenuhi kebutuhan di tanah air.

"Saya kira enggak masalah. Di antaranya yang kita biasa impor kan jagung. Tetapi, contoh salah satu jagung ya, itu kalau kita cukup, kan tidak impor. Kan ada rekomendasi dari Pertanian, enggak masalah," jelasnya.

Sebelumnya, Pemerintah Republik Indonesia (RI) menyampaikan komitmennya untuk terus membeli produk holtikultura dari Amerika Serikat (AS), seperti gandum hingga kacang kedelai.

Hal ini sebagaimana disampaikan Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartarto bertemu dengan 4 Pejabat utama AS yang terkait dengan isu dan kebijakan tarif antara lain Secretary of State AS, United States Trade Representative (USTR) dan Secretary of Commerce AS, serta Secretary of Treasury AS.

"Indonesia berencana untuk terus memberi produk agrikultur, antara lain gandum, soya bean, soya bean milk, dan juga Indonesia akan meningkatkan pembelian barang-barang modal dari Amerika," kata Airlangga dalam konferensi pers, Jumat (18/4).

Tak hanya produk holtikultura, pemerintah RI juga menyampaikan komitmennya untuk meningkatkan pembelian energi dari AS. Seperti LPG, minyak buah (fruit oil), dan bensin.

Tidak hanya janji untuk terus melakukan impor, Indonesia juga akan memfasilitasi perusahaan-perusahaan AS yang selama ini beroperasi di Indonesia. Adapun fasilitas yang diberikan berupa kemudahan perizinan dan insentif.

Editor: Sabik Aji Taufan
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore