Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 15 Juli 2025 | 06.22 WIB

Akses Pembiayaan, Pendampingan, dan Terlibat dalam Ekosistem Jadi Kunci UMKM Naik Kelas

 

Ilustrasi: UMKM bantu mendorong perekonomian nasional. (Indibiz)

JawaPos.com-Perbankan terus mendorong pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) untuk naik kelas. Tak hanya sekadar memberikan akses layanan keuangan. Tapi juga tumbuh bersama dalam ekosistem yang berkelanjutan.

 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) mengembangkan inisiatif pemberdayaan UMKM berbasis komunitas mikro. Dengan membentuk kelompok usaha berdasarkan kesamaan sektor, kondisi geografis, dan kedekatan sosial antar pelaku usaha di suatu wilayah. Hingga akhir Juni 2025, klaster usaha binaan BRI telah mencapai 41.217 di seluruh Indonesia.

Direktur Utama BRI Hery Gunardi menuturkan, program klaster usaha merupakan salah satu upaya strategis perseroan untuk mendorong UMKM naik kelas. Sehingga, pelaku usaha yang berhasil melalui program ini dapat menjadi inspirasi dan role model bagi pelaku usaha di daerah lain.

"Kami terus mendampingi dan membantu pelaku UMKM, tidak hanya dengan memberikan modal usaha, tetapi juga melalui pelatihan-pelatihan usaha dan program pemberdayaan lainnya. Sehingga UMKM dapat terus tumbuh dan semakin tangguh," ucap Hery Gunardi, Senin (14/7).

Dari jumlah keseluruhan yang diberdayakan, sebanyak 82,19 persen klaster usaha berasal dari segmen produksi. Sementara 17,81 persen lainnya dari segmen non-produksi.

Berdasar bidang usahanya, mayoritas dari sektor pertanian sebanyak 47,63 persen. Kemudian, sektor industri, perdagangan, perikanan, jasa, dan pariwisata. Dari total klaster usaha yang telah terbentuk, sebanyak 84,1 persen atau sekitar 402.386 dari total 468.820 anggota telah memiliki rekening di BRI.

"Mereka juga memperoleh 2.035 pelatihan dan literasi keuangan. Serta menerima 548 bantuan sarana dan prasarana produksi untuk mendukung pengembangan usaha," ungkap Hery.

Hingga Juni 2025, sebanyak 170 ribu anggota klaster di antaranya telah memperoleh akses pembiayaan. Sepanjang Januari hingga Mei 2025, BRI telah menyalurkan KUR senilai Rp 69,8 triliun. Setara dengan 39,89 persen dari total alokasi tahunan sebesar Rp 175 triliun yang ditetapkan oleh pemerintah.

"Dalam periode tersebut, penyaluran KUR BRI telah menjangkau sekitar 8,29 juta debitur UMKM," ujar Hery Gunardi.

Dari sisi distribusi penyaluran, mayoritas KUR yang disalurkan BRI atau sekitar 63,31 persen dialokasikan ke sektor produksi. Yang mencakup pertanian, perikanan, industri pengolahan, dan lainnya. Di antara sektor-sektor tersebut, pertanian mencatat nilai penyaluran terbesar mencapai Rp 30,63 triliun.

Apabila diakumulasi sejak 2015 hingga Mei 2025, total penyaluran KUR BRI telah mencapai Rp 1.327 triliun. Dengan jumlah penerima mencapai 44,26 juta debitur. 

Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian mencatat realisasi penyaluran KUR senilai Rp 131,84 triliun. Jumlah tersebut sudah mencapai 45,86 persen dari target 2025. Menjangkau 2,28 juta debitur dengan tingkat kredit bermasalah alias non-performing loan (NPL) di level 2,38 persen. Jauh lebih rendah dibandingkan NPL kredit UMKM umum sebesar 4,36 persen. 

"Capaian KUR semester I 2025 cukup positif, yang lebih penting 60 persen penyaluran KUR berhasil masuk ke sektor produksi sesuai target kita. Ini menunjukkan KUR benar-benar mendorong produktivitas UMKM," ujar Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto.

Pemerintah menyiapkan kemudahan penyaluran KUR untuk mendukung sektor pertanian pangan. Khususnya komoditas tebu. Skema ini dirancang untuk menjawab tantangan swasembada gula konsumsi yang ditargetkan tercapai pada 2028.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore