
Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) terus memperkuat ketahanan sibernya dengan meningkatkan keandalan sistem teknologi dan informasi/(LPS)
JawaPos.com - Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) terus memperkuat ketahanan sibernya dengan meningkatkan keandalan sistem teknologi dan informasi. Hal itu dilakukan dalam upaya menjaga stabilitas sistem keuangan, keamanan dan kenyamanan nasabah.
Ketua Dewan Komisioner LPS, Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan, pihaknya memandang bahwa keamanan siber bukan lagi isu teknis semata, melainkan bagian dari manajemen risiko strategis.
"Melalui peningkatan kapasitas, dan kolaborasi dengan pemangku kepentingan, LPS terus memastikan bahwa seluruh sistem dan informasi yang dimiliki dapat terproteksi dari berbagai potensi serangan yang dapat mengganggu kepercayaan publik terhadap sistem keuangan nasional,” ujarnya di Jakarta, dikutip dari siaran pers melalui website LPS, Jumat (11/7).
Dalam beberapa tahun terakhir, risiko serangan siber telah berkembang menjadi ancaman yang semakin kompleks dan serius bagi berbagai organisasi di seluruh dunia. Isu keamanan digital kini tak lagi terbatas pada aspek teknis, melainkan telah menjadi bagian penting dari manajemen risiko strategis yang berpotensi memengaruhi operasional lembaga, reputasi, hingga stabilitas ekonomi secara nasional dan global.
Menanggapi dinamika tersebut, Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) terus memperkuat kesadaran akan berbagai potensi ancaman digital yang ada. “Oleh karena itu, LPS terus berupaya meningkatkan kesadaran terhadap berbagai ancaman yang ada untuk dapat senantiasa menjalankan tugas dan fungsi dengan baik. Tidak kalah penting, hal ini juga demi menumbuhkan kepercayaan masyarakat terhadap industri perbankan, dan meyakinkan masyarakat bahwa tabungan mereka aman disimpan di bank,” tambahnya.
Indeks Menabung Konsumen Naik di Juni 2025
Terkait perilaku menabung masyarakat, LPS mengacu pada data Indeks Menabung Konsumen (IMK) yang mencerminkan niat serta kemampuan masyarakat dalam menyisihkan dana. Pada Juni 2025, IMK mengalami peningkatan sebesar 4,8 poin dan mencapai level 83,8. Peningkatan juga terlihat pada Indeks Waktu Menabung (IWM) yang naik ke angka 95,3, serta Indeks Intensitas Menabung (IIM) yang turut meningkat menjadi 72,4.
Kenaikan ini menunjukkan membaiknya minat dan optimisme masyarakat untuk menabung, yang antara lain didorong oleh kebijakan stimulus seperti subsidi pemerintah, bantuan sosial, serta potongan biaya transportasi.
Optimisme Konsumen Tetap Terjaga
Sementara itu, Indeks Kepercayaan Konsumen (IKK) pada Juni 2025 tercatat sebesar 99,4, sedikit turun 0,3 poin dari bulan sebelumnya. Penurunan tipis ini menunjukkan bahwa keyakinan konsumen masih berada dalam kategori stabil. Hal ini mencerminkan penilaian yang positif terhadap kondisi ekonomi lokal dan situasi ketenagakerjaan saat ini, meskipun disertai persepsi yang tetap optimis terhadap prospek ekonomi dan penghasilan di masa depan.
Indikator Penting untuk Stabilitas Keuangan
Keberadaan dua indeks tersebut kini menjadi alat penting bagi LPS dalam memantau pola perilaku masyarakat yang berpotensi memengaruhi stabilitas sistem keuangan dari sisi konsumen. Dengan dukungan data tersebut, LPS dapat merancang respons yang lebih efektif, guna memastikan pelaksanaan fungsi penjaminan simpanan dan resolusi bank berjalan optimal.
Tak hanya LPS, informasi dari IMK dan IKK juga dapat dimanfaatkan oleh otoritas pengawas lainnya, pelaku industri perbankan, hingga masyarakat umum untuk memahami arah pergerakan ekonomi dan keuangan secara lebih menyeluruh.

Kronologi Beckham Putra Nyaris Bersitegang dengan Penonton usai Laga Indonesia vs Mozambik
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Shin Tae-yong Bajak Staf Persebaya Surabaya, Gerbong Eks Timnas Indonesia Bisa Diboyong ke Persija Jakarta
8 Pertanyaan Pribadi yang Tidak Boleh Ditanyakan Pada Orang Lain, Tidak Peduli Seberapa Baik Mereka Mengenal Seseorang Menurut Psikolog
Harga BBM Pertamina Terbaru: Pertamax Naik Jadi Rp 16.250 per Liter Mulai 10 Juni 2026
Viral Investor MBG Ngamuk di Kantor BGN, APGI 3T Sebut Aksi Spontan Atas Potensi Kerugian Rp 1,8 Triliun
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Timnas Afrika Selatan di Piala Dunia 2026: Daftar Lengkap Skuad, Statistik, dan Jadwal Pertandingan
Resmi! 9 Pemain Persebaya Surabaya Hengkang, Era Baru Bernardo Tavares Dimulai dengan Cuci Gudang
