
Ilustrasi pensiunan. (pexels)
JawaPos.com-Banyak orang menyepelekan tabungan untuk masa tua atau pensiun. Apalagi bagi kalangan Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang merasa tenang karena ada jaminan pensiun dari negara. Faktanya, hanya 5 persen PNS maupun pegawai swasta yang hidup bahagia di masa pensiun.
PNS menjadi impian sebagian masyarakat karena ada jaminan gaji bulanan meskipun sudah pensiun. Tetapi dalam praktiknya, gaji bulanan saat pensiun itu jumlahnya sangat kecil. Tidak cukup untuk biaya hidup seperti saat masih bekerja.
Begitupun dengan pegawai swasta, harus pandai-pandai menyisihkan tabungan pensiun sendiri. Fenomena sedikit pansiunan yang hidup bahagia itu disampaikan Head of Digital and Alternative Distribution BNI Life Bindu Golden Seri Siahaan. Bahagia yang dimaksud adalah secara finansial dan pemenuhan kebutuhan hidup sehari-hari.
"(Bagi PNS) uang pensiun dari pemerintah tidak cukup," jelas dia di sela seminar wisuda Universitas Terbuka (UT) di Tangerang Selatan (7/7).
Supaya bisa hidup bahagia ketika pensiun, pekerja harus menyiapkan sejak dini. Caranya dengan rutin menabung untuk dana pensiun.
Menurut dia, tabungan dana pensiun cukup ringan, bisa mulai Rp 100 ribu tiap bulan. Tabungan dana pensiun bisa ditempatkan di reksadana atau lainnya.
"Kuncinya dihitung berapa biaya hidup bulanan saat pensiun nanti," tutur dia.
Misalnya ketika pensiun tetap bisa mendapatkan uang Rp 5 juta per bulan, nominal tabungan pensiun harus disesuaikan dengan target tersebut. Semakin dini menabung untuk persiapan pensiun, dana yang disisihkan tidak terlalu besar. Dia menyarankan sejak mulai bekerja, sudah dimulai tabungan pensiun.
"Ngopinya dikurangi," kata Bindu.
Dia menegaskan, kebutuhan atau biaya hidup saat usia pensiun cukup besar. Apalagi sudah muncul penyakit yang butuh perawatan ekstra. Seperti diabetes, jantung, darah tinggi, dan lainnya.
Kemudian bisa jadi saat masuk usia pensiun, ada anaknya yang masih sekolah atau kuliah. Tabungan pensiun bisa tergerus habis jika tidak ada perencanaan keuangan yang matang. Akhirnya saat pensiun malah terjerat utang.
Dia mengingatkan pensiun harus disiapkan sebaik mungkin. Jangan sampai malah menjadi beban anak-anak.
"Jangan sampai anak kita jadi generasi sandwich," tuturnya.
Generasi sandwich adalah generasi yang tergencet kebutuhan untuk keluarga sendiri dan kebutuhan orang tua atau saudaranya.

Breaking News! Rival Veda Ega Pratama Didiskualifikasi dari Moto3 Catalunya 2026
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
Soal Kabar Kepala BGN Dadan Hindayana Ditangkap, Dasco: Serahkan ke Aparat Hukum
Profil Sony Sanjaya, Eks Jenderal Polri yang Dicopot Sebagai Wakil Kepala BGN, Sempat Diterpa Isu OTT
KPK Cari Keberadaan Wamen Imipas Silmy Karim Terkait OTT Imigrasi Jakbar
7 Pemain Baru Masuk! Bruno Moreira Hengkang, Ini Prediksi Starting XI Persebaya
Kejagung Konfirmasi Penggeledahan Kantor BGN Usai Pencopotan Dadan Hindayana
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Mantan Kepala BGN Dadan Hindayana Resmi Jadi Tersangka dan Ditahan Kejagung, Belum 24 Jam Usai Dicopot Prabowo
Kantor Badan Gizi Nasional Digeledah Kejagung, Muncul Karangan Bunga Unik Singgung Pencopotan Dadan
