
Direktur Pemasaran dan Pengembangan Produk PT Pegadaian Elvi Rofiqotul Hidayah menerima penghargaan dari Wadir Bisnis Jawa Pos Koran Dyah Shianti Dewi yang ditemani jajaran tim bisnis Jawa Pos Group.
JawaPos.com - Ditengah persaingan ekonomi di era digital dan memasuki industri 4.0, PT Pegadaian (persero) masih bisa mempertahankan eksistensi. Untuk menjaga reputasi Brand, perusahaan pelat merah ini tidak hanya melakukan berbagai transformasi melalui peluncuran produk baru dan pelayanan optimal, tapi juga mengedepankan transparansi kepada masyarakat.
Direktur Pemasaran dan Pengembangan Produk PT Pegadaian Elvi Rofiqotul Hidayah mengatakan salah satu hal yang harus dilakukan Pegadaian ketika berbasis pembiayaan dan emas maka harus dipercaya adalah transparasi kepada masyarakat. Selain itu, nasabah juga perlu diberikan edukasi apa yang menjadi hak dan menjadi kewajiban.
"Tujuannya agar mereka (masyarakat) tetap percaya kepada kita (Pegadaian), " kata Elvi, kemarin (9/10).
Elvi mencontohkan produk gadai yang berbasis pinjaman. Dimana ketika jatuh tempo, barangnya akan dilelang. Ketika dilelang, hak Pegadaian mendapatkan uang pinjaman dan sewa modal yang telah dipinjamkan kepada nasabah. Namun, sebelum dilelang pihak pegadaian akan terlebih dahulu memberitahu nasabah.
"Artinya kita memang transparasi, ada Gak dan kewajiban nasabah yang harus diutamakan. Tidak serta-merta ketika dilelang semuanya milik Pegadaian, justru kita hanya mengambil biaya modal dan uang pinjaman dan pajak itu pasti harus bayar karena itu regulasi, " jelasnya.
Dikatakan Elvi, pihaknya juga tengah mempersiapkan layanan "Gadai dari Rumah". Adanya layanan ini, nasabah yang malu datang ke pegadaian bisa mendapatkan service yang lebih baik. "Ini masih pilot projek. Jadi nasabah bisa mendapatkan pelayanan lebih baik melalui aplikasi Pegadaian digital. Nasabah bisa dijemput di rumah, " ujarnya.
Selain itu, pegadaian juga menawarkan produk yang sifatnya titipan emas. Elvi berharap nasabah. Pegadaian menawarkan dititipkan supaya nanti ketika memberikan uang tidak perlu datang ke pegadaian cukup melalui aplikasi bisa mendapatkan fasilitas kredit.
Sementara, keuntungan dari tabungan emas adalah apabila harga emas naik angsuran tetap. "Misal awal kontrak Rp 1 juta, meski jadi Rp 2 juta, nasabah hanya perlu membayar Rp 1 juta aja. Jadi keuntungan ada di nasabah. Tapi kerugiannya kalau di OJK, apabila harga emas turun maka resikonya harus membayar sesuai kontrak awal, " tuturnya.
Elvi menyebut sejauh ini respon masyarakat sangat bagus. Bahkan pada produk tabungan emas. Hingga saat ini sudah tercatat 3.400 nasabah se-Indonesia. "Jadi jumlah saldo titipan emas yang di Pegadaian mencapai 9,4 ton kalau disetarakan dengan rupiah hampir Rp 9 triliun lebih, " tutupnya.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
Terdepak dari Puncak Klasemen Liga Inggris, Bayang-bayang Kegagalan Juara di Akhir Musim kembali Menghantui Arsenal
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Profil Agnes Aditya Rahajeng, Pemenang Puteri Indonesia 2026
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
