
ILUSTRASI KARTU PRAKERJA - Adnan Reza Maulana/JawaPos.com
JawaPos.com - Program Kartu Prakerja mendapat banyak kritik dari berbagai pihak sejak peluncurannya pada April 2020 lalu. Kritikan yang menilai kualitas pelatihan program tersebut menjadi kurang efektif karena dapat diperoleh secara gratis melalui internet.
Sekretaris Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Susiwijono Moegiarso menampik anggapan tersebut. Sebab, berdasarkan hasil survei dari program itu, rata-rata peserta mengaku puas setelah mengikuti pelatihan. Bahkan, saat ini rating pelatihan di kartu Prakerja adalah 4,9 dari skala 5.
“Ini konsisten dengan hasil survei internal, di mana 84 persen mengatakan pelatihan peningkatan kompetensi, baik skilling, reskilling, maupun upskilling. Hasil survei ini mengindikasikan manfaat program yang nyata dan sekaligus menepis anggapan bahwa pelatihan online tidak berkualitas," ujarnya dalam sebuah diskusi secara virtual, Senin (23/11).

Prediksi Skor Persib Bandung vs Arema FC di Piala Presiden 2026: Maung Bandung Masih Terlalu Perkasa?
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Ikhwan Ali Tanamal Resmi Gabung Persib Bandung, Siap Bekerja Keras Rebut Tempat di Tim Utama
Prediksi Skor DPMM FC vs Tampines Rovers di Piala Presiden 2026: Misi Dalberto Tebar Pesona di Klub Baru!
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Prediksi Skor Persebaya Surabaya vs Persija Jakarta di Piala Presiden 2026: Momentum Green Force Unjuk Gigi
An Se Young Mundur dari China Open 2026 karena Cedera, Fokus Pulihkan Kondisi Jelang Kejuaraan Dunia
Profil Fajar Listyantara, Legenda PSS Sleman dan PSIM Yogyakarta yang Meninggal Dunia Akibat Gagal Ginjal
Mengulas Dugaan Kejanggalan Argentina di Final Piala Dunia 2026, Apa yang Sebenarnya Terjadi?
Eks Bek Persib dan Persija Erik Setiawan Jadi Perbincangan Setelah Tuduhan Mantan Istrinya Viral
