
Menko Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut B. Pandjaitan. Biro Komunikasi Kemenko Bidang Kemaritiman dan Investasi/Antara
JawaPos.com - Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menyampaikan, Undang-undang (UU) Omnibus Law Cipta Kerja menuai pujian dari Amerika Serikat (AS). CEO US International Development Finance Corporation (IDFC) Adam Boehler memandang, aturan tersebut membuat buruh di Indonesia lebih kompetitif.
"Mereka terkejut melihat progresifnya Indonesia membuat aturan ini. Dia bilang aturan ini akan menguntungkan pegawai dan buruh kita, dan membuat kita jadi negara kompetitif," ujarnya secara virtual, Jumat (23/10).
Luhut juga mengatakan, dirinya geram dengan peringkat kemudahan berusaha alias ease of doing bussines (EODB) Indonesia yang stagnan selama tiga tahun. Bahkan, aku Luhut, Presiden Joko Widodo (Jokowi) sempat bertanya mengapa tingkat kemudahan berusaha Indonesia tak kunjung membaik.
Sehingga, menurutnya Indonesia butuh mengambil langkah berani, salah satunya dengan cara membuat Omnibus Law. Diharapkan aturan tersebut dapat mendorong kemudahan bisnis di Indonesia, kalau perlu bisa mendorong peringkat kemudahan berusaha ke peringkat 50.
"Kita rating EODB ini ada di 73 terus tiga tahun terakhir, ini berhenti tiga tahun. Presiden tanya kok bisa begini? Saya jawab, Pak kalau kita nggak melakukan perubahan Omnibus, jadinya seperti ini,” ungkapnya.
Luhut memaparkan, selama ini kemudahan berusaha Indonesia berada di bawah banyak negara Asia Tenggara. Hal itu karena negara-negara tetangga sudah menggunakan aturan semacam Omnibus Law lebih awal.
"Kemudian ranking Indonesia masih di bawah negara Asia. Karena mereka ini juga terapkan Omnibus, Vietnam sudah, Filipina sudah tahun 2016," tuturnya.

BGN Terbitkan SE Nomor 12 Tahun 2026, Layanan MBG Dihentikan Sementara saat Hari Libur
TVRI Hilang? Begini Cara Memunculkan Sinyal TVRI untuk Nonton Piala Dunia 2026 Gratis
Bocor ke Publik! 2 Alasan Krusial Ramadhan Sananta Mau Gabung ke Persebaya Surabaya
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Sudah Masuk KBLI, Konten Kreator Didorong Punya NIB untuk Perkuat Legalitas
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Pembagian Grup Liga 2 2026/2027 Berubah, PSIS Semarang dan Persiku Kudus Geser ke Wilayah Barat
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
PP Muhammadiyah Minta MBG Dihentikan Sementara, Sebut Mudaratnya Lebih Banyak
Momen Republik Ceko dan Afrika Selatan Harus Puas Bermain Imbang 1-1
