
Lembaga Pengelola Modal Usaha Kelautan dan Perikanan (LPMUKP) memberi dukungan modal usaha kepada warga yang membudidaya ikan mujair. (Istimewa)
JawaPos.com - Dalam merintis suatu usaha memang tidak mudah, namun semangat terus berkembang yang dilakukan oleh Tatan, 41, sukses menghantarkan dirinya terjun membudidayakan mujair. Berawal sejak 2020 lalu, pria asli Majalengka ini dengan modal hanya coba-coba kini usahanya terus bergairah.
Tatan bercerita, dirinya sangat awam dengan dunia usaha terlebih dalam bidang perikanan. Namun, langkah menemukan dirinya dengan pelaku usaha lain yang secara teknis telah mahir dalam hal budidaya ikan.
“Dia membagikan pengetahuannya dan memberi pinjaman modal awal berupa bibit ikan dan pakan. Saya hanya perlu menyiapkan lahan tanah untuk kolam,” jelas Tatan lewat keterangan tertulis yang diterima JawaPos.com, Sabtu (18/11).
Pada awalnya, Tatan hanya membudidayakan 50 kg benih ikan mujair dengan masa pembesaran selama 3 bulan. Hasilnya pun cukup memuaskan, dari modal awal tersebut Tatan berhasil menghasilkan 5 kwintal ikan mujair siap konsumsi. Meski mengalami keuntungan, Tatan menyadari bahwa margin keuntungannya masih tipis.
Tatan kemudian tidak menyerah, ia mulai mencari dukungan untuk mengembangkan usahanya. Salah satunya melalui akses permodalan dari Lembaga Pengelola Modal Usaha Kelautan dan Perikanan (LPMUKP). Dengan dukungan modal usaha, langkah pertama yang diambil Tatan adalah melakukan pembenahan pada kolam budidayanya. Baginya, sarana budidaya adalah kunci keberhasilan kedua setelah modal.
Lembaga Pengelola Modal Usaha Kelautan dan Perikanan (LPMUKP) memberi dukungan modal usaha kepada warga yang membudidaya ikan mujair. (Istimewa)
Dengan modal yang diperoleh, Tatan memperluas dan memperbaiki kolamnya. Dari awalnya hanya memiliki satu kolam tanah, kini ia memiliki empat kolam berukuran rata-rata 200 meter persegi, yang bertahap ia mulai benahi.
“Kini kolam saya dibeton dengan dilengkapi pagar dan pencahayaan untuk menjaga kualitas air dan mencegah adanya hama,” tambahnya.
Hasilnya, Tatan berhasil mencapai hasil yang positif. Melalui penggunaan kolam dengan kapasitas benih sebanyak 3 kwintal, kini ia mampu menghasilkan hingga 2,5 ton ikan mujair siap konsumsi dalam satu siklus budidaya. Prestasinya tidak hanya terlihat dari aspek produksi yang meningkat, tetapi juga dari sisi ekonomi. Di mana Tatan berhasil meraih keuntungan yang menggiurkan, dengan harga jual Rp22.000 per kilogram ia mampu meraup keuntungan hingga puluhan juta rupiah.
Ke depan, dengan tekad untuk mengembangkan pasar penjualan mujair Tatan memiliki harapan besar bahwa kesuksesannya akan membuka peluang lapangan kerja bagi masyarakat. Ia pun berharap melalui dukungan berkelanjutan dari pemerintah pertumbuhan sektor perikanan akan terus memberikan dampak positif bagi perekonomian masyarakat khususnya di Majalengka.

Profil Ikhwan Ali Tanamal: Winger Baru Persib Bandung Menyala di Piala Presiden 2026, Wonderkid Tulehu Dikontrak hingga 2028
Prediksi Skor PSMS Medan vs Port FC Piala Presiden 2026: Debut Bruno Moreira Usai Tinggalkan Persebaya Surabaya
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Profil Fajar Listyantara, Legenda PSS Sleman dan PSIM Yogyakarta yang Meninggal Dunia Akibat Gagal Ginjal
Bentrok Maut Tambak Matraman, Satu Orang Tewas, Motor hingga Rumah Semi Permanen Dibakar
Prediksi Skor Persebaya Surabaya vs Persija Jakarta di Piala Presiden 2026: Momentum Green Force Unjuk Gigi
Ikhwan Ali Tanamal Resmi Gabung Persib Bandung, Siap Bekerja Keras Rebut Tempat di Tim Utama
Prediksi Susunan Pemain PSMS Medan vs Port FC di Piala Presiden 2026: Port Lions Masih Terlalu Digdaya!
Prediksi Skor Persib Bandung vs Arema FC di Piala Presiden 2026: Maung Bandung Masih Terlalu Perkasa?
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
