Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 1 Juni 2023 | 18.05 WIB

Mentan Cek Kesiapan Program Smart Farming Inisiasi Petrokimia Gresik

Menteri Pertanian (Mentan) Republik Indonesia, Syahrul Yasin Limpo (SYL) - Image

Menteri Pertanian (Mentan) Republik Indonesia, Syahrul Yasin Limpo (SYL)

JawaPos.com - Menteri Pertanian (Mentan) Republik Indonesia, Syahrul Yasin Limpo (SYL) telah mengecek kesiapan program "Smart Precision Farming" yang diinisiasi Petrokimia Gresik, perusahaan Solusi Agroindustri anggota holding Pupuk Indonesia di Gresik, Jawa Timur.
 
Mentan SYL dalam arahannya menyampaikan bahwa, pertanian adalah sumber daya yang saat ini paling siap untuk mendukung negara semakin kokoh, kuat, dan sejahtera. Apalagi pertanian juga bersentuhan langsung dengan masyarakat yang dapat memberikan dampak positif bagi perekonomian beserta sektor lain.
 
"Kalau begitu Petrokimia Gresik menjadi sangat penting bagi Republik ini. Petrokimia Gresik menjadi kekuatan yang utama. Tapi kita tidak bisa bertani seperti kemarin, tertinggal banget. Ongkosnya bisa mahal, hasilnya sederhana," kata Menteri SYL dalam keterangan resmi, Kamis (1/6).
 
 
Lebih lanjut, Menteri SYL memuji program Smart Precision Farming yang digagas Petrokimia Gresik karena mendorong pertanian Indonesia semakin baik. Melalui inovasi ini, Mentan berharap bahwa Indonesia bisa menjadi seperti negara lain, seperti Thailand.
 
"Petrokimia tidak boleh kalah dengan yang lain. Kalau secara nasional iya (maju, Red), tapi kita juga harus lihat bagaimana majunya Thailand, bagaimana majunya India. Beruntung kita hari ini melihat Smart Precision Farming," tandas Mentan.
 
Pada kesempatan yang sama, Direktur Utama Petrokimia Gresik, Dwi Satriyo Annurogo menjelaskan bahwa program "Smart Precision Farming" nantinya akan dijalankan dengan mengembangkan teknologi baru pada pertanian Indonesia, seperti penggunaan produk pupuk dengan teknologi nano, serta pemanfaatan drone untuk pemupukan maupun pemantauan pertumbuhan tanaman.
 
"Pupuk Petrokimia Gresik berteknologi nano ini nanti akan menjadi yang pertama diproduksi oleh produsen pupuk Indonesia. Pupuk ini akan kami luncurkan di hari ulang tahun ke-51 Petrokimia Gresik dan memiliki sejumlah kelebihan, diantaranya pengaplikasian yang jauh lebih efektif dan efisien," jelas Dwi Satriyo.
 
 
"Sedangkan Smart Precision Farming akan terus kami kembangkan dan persiapkan dengan baik agar dapat segera terimplementasi," imbuhnya.
 
Lebih lanjut, Dwi menjelaskan pupuk dengan teknologi nano ini nantinya akan diaplikasikan ke lahan pertanian dengan menggunakan drone yang beberapa waktu lalu telah di uji coba oleh Petrokimia Gresik. Pemanfaatan drone untuk pemupukan akan menghemat biaya produksi bagi petani, dimana salah satu item cost yang mahal dalam budidaya pertanian adalah tenaga kerja.
 
Sedangkan drone cukup dioperasikan oleh satu orang dan bisa menjangkau hingga 20 Hektare lahan setiap harinya. Dwi memastikan drone ini telah dilengkapi dengan alat pendeteksi kondisi tanaman.
 
"Jika ada tanaman yang kekurangan pupuk maka akan melakukan penambahan dosis pupuk sesuai kebutuhan. Sebaliknya, jika tanaman sudah subur maka dosis pupuknya juga akan dikurangi, sehingga pemupukannya lebih presisi," jelasnya.
 
 
Adapun saat ini, Petrokimia Gresik memiliki dua drone dan akan ada penambahan sampai 100 unit drone. Harapannya nanti di setiap area ada skuadron drone yang kerjanya melengkapi Mobil Uji Tanah (MUT) Petrokimia Gresik dan keliling ke seluruh Indonesia.
 
Selian itu, drone ini juga bisa meng-capture geospasial sehingga bisa melihat kondisi tanaman yang dibudidaya, apakah tumbuh subur atau sebaliknya. Hasil capture ini juga dapat dikoneksikan dengan satelit, sehingga scale up-nya bisa dimanfaatkan untuk pertanian Indonesia, dimana hasil capture ini dapat memberikan data luas tanam yang ada di negara ini.
 
Terakhir, Dwi Satriyo juga mengatakan bahwa "Smart Precision Farming" sebagai sarana untuk semakin meningkatkan ketertarikan generasi muda terjun di sektor pertanian. Mengingat generasi muda identik dengan teknologi dan segala sesuatu yang praktis. "Ini adalah angin segar bagi sektor pertanian Indonesia yang harus terus kita dorong dengan kemajuan teknologi,” pungkasnya.
Editor: Bintang Pradewo
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore