JawaPos Radar | Iklan Jitu

Isu Strategis, RI Angkat Ekonomi Syariah Ke Pertemuan IMF

23 September 2018, 18:42:44 WIB | Editor: Saugi Riyandi
Isu Strategis, RI Angkat Ekonomi Syariah Ke Pertemuan IMF
International Monetery Fund (IMF) (Dok. JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - Pertemuan International Monetary Fund (IMF) dan World Bank yang akan digelar di Bali pada Oktober 2018 mendatang salah satunya akan membahas ekonomi syariah.

Staf Ahli Menteri Komunikasi dan Informatika Freddy H Tulung mengatakan pembicaraan ekonomi syariah lolos jadi bahan pleno karena begitu gigih Indonesia menyodorkan isu ini ke dunia internasional.

"Indonesia angkat isu syariah ke dunia karena strategis, akhirnya mereka setuju. Kita paling ngotot angkat ini. Bagaimana angkat ekonomi tapi ekonomi syariah juga," ujarnya seperti diberitakan Minggu (23/9).

Menurutnya, sosialisasi isu ekonomi syariah ke masyarakat salah satunya ke dunia pendidikan sangatlah penting. Apalagi mayoritas agama di Indonesia, Islam. Hal wajar bila, ekonomi syariah jadi hal penting di kancah internasional.

“Ini pra pertemuan event IMF - World Bank di Bali, kita sosialisasi masuk ke kampus, ke kelompok strategis, kerjasama masyarakat dunia usaha intinya sampaikan massage acara tersebut," tuturnya.

Sementara, Direktur Jenderal IKP (Informasi dan Komunikasi Publik) R Niken Widiastuti menyebutkan pertemuan IMF - World Bank tersebut akan dihadiri 15 ribu delegasi dari 189 negara dunia, di antaranya para gubernur Bank Central, Menteri Keuangan dan lainnya.

"Ekonomi syariah salah satu substansi yang didiskusikan. Perhelatan beri peluang aspek investasi,nowlage. 2019 IMF akan masukan ekonomi syariah sebagai sesuatu nilai," katanya.

Kemudian, Rektor UIN Syariah Hidayatullah Dede Rosyada menyambut positif ekonomi syariah akan dibahas dalam rapat pleno pertemuan IMF - World Bank. Ekonomi syariah menjadi salah satu instrumen penting bagi perekonomian bangsa terutama Indonesia dan umumnya dunia.

"Saya sebagai Rektor UIN sambut positif karena ekonomi syariah itu terbangun kepercayaan karenarn dia lebih mengutamakan unsur kemanusiaan selain bisnis. Namun dia berpesan ekonomi syariah khususnya bank syariah kedepan lebih hati - hati dalam berinvestasi menggunakan dana nasabah, jangan sampai bisnis yang berisiko masuk. Jika itu masuk akan rugikan nasabah," tandasnya.

(mys/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up