
Ketua PMI M. Jusuf Kalla. Antara
JawaPos.com-Mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) ingatkan Menteri Keuangan Sri Mulyani soal kondisi perekonomian global yang terancam resesi. Melalui saluran telepon, JK meminta bendahara negara untuk tidak menakut-nakuti semua orang soal krisis ekonomi.
Menurut JK, negeri ini sangat luas sehingga tidak semua wilayah mengalami krisis. Bahkan, ia meminta seluruh pihak untuk terus optimis dan menghadapi setiap masalah yang ada.
"Saya bilang ke Sri Mulyani, jangan kasih takut-takut orang, besok akan krisis, tahun depan akan kiamat (krisis ekonomi). Saya telepon jangan begitu, jangan kasih takut semua orang. Ini negeri luas, tidak semuanya (krisis), bahwa ada masalah iya kita hadapi. Tapi kita jangan takut," ucap JK dalam gala dinner HUT ke-70 Kalla Group di Hotel Indonesia Kempinski Jakarta, Jumat (28/10).
Menurut keyakinannya, Indonesia tidak akan mengalami krisis energi dan pangan karena bisa menghasilkan. "Beda dengan negara lain yang tidak punya energi. Mari kita optimistis, bahwa ada masalah (kita hadapi)," ujarnya.
Sebelumnya, dalam beberapa kesempatan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati sering mengatakan bahwa perekonomian global sedang dihadapi pada ancaman resesi. Menurutnya, kondisi perekonomian saat ini sangat dipengaruhi oleh gejolak ekonomi global yang sangat kompleks.
Bukan lagi karena pandemi Covid-19, melainkan disebabkan disrupsi sisi suplai dan persoalan geopolitik yang makin meningkat hingga menyebabkan harga-harga komoditas pangan dan energi melonjak.
Menurut Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati, gejolak harga pangan dan energi kemudian mendorong terjadinya inflasi tinggi. Bahkan, sifatnya akan lebih permanen hingga 2024. Sebab sejumlah negara di dunia terancam resesi hingga stagflasi pada 2022-2023.
’’Ini adalah konteks yang sedang dan akan terus kita kelola hari ini dan 2023. Dan, bahkan kemarin pembahasan persoalan Kompleks ini akan berlanjut ke 2024,” kata Sri Mulyani dalam seminar nasional di Gedung DPR RI, Rabu (19/10).
Sebagaimana telah dibahas pada pertemuan G20 mengenai global financial safety net di Washington D.C, Amerika Serikat beberapa waktu lalu, ia mengatakan kondisi yang rumit ini perlu diantisipasi oleh para policy maker. Sebab bisa berdampak pada kenaikan biaya dana (cost of fund) dan gagal bayar (default) di banyak negara yang sudah dalam posisi exposure utangnya cukup besar.
Sementara space kebijakan fiskal moneter menjadi makin terbatas karena sudah digunakan sejak tahun 2008-2009 sesudah Global Financial Crisis dan kemudian dipakai lagi secara luar biasa pada saat pandemi. Belum lagi, dengan situasi ini outlook ekonomi global kemudian direvisi ke bawah.
Bahkan jika dilihat revisinya cukup tajam di hampir semua negara. "Di Amerika Serikat menurun tajam pada 2022 dan 2023, bahkan sekarang kata-kata resesi bukannya tidak mungkin di AS,” ujarnya.
Kemudian, Eropa yang terbentur oleh kenaikan harga tinggi serta kenaikan suku bunga yang agresif. Pada tahun 2022-2023, lanjutnya, Eropa dimungkinkan akan terjadi resesi
Tiongkok yang sekarang sedang di dalam pembahasan soal kepemimpinan nasionalnya, saat ini sudah mengalami perlemahan perekonomian. Mulai karena lockdown, maupun karena kondisi di dunia serta perlemahan sektor properti yang sudah menimbulkan dampak yang luar biasa. ’’Angka kuartal ke III (pertumbuhan ekonomi Tiongkok) belum keluar, namun dimungkinkan akan cukup tajam lemah,” tegas dia. (*)

Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Media Jerman Pusing Lihat Ngerinya Performa Veda Ega Pratama di Sesi Practice Moto3 Hungaria 2026
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Eksklusif! Perjuangan Nyo Daftar Player Escort Sejak 2024, Menangis Haru Dipeluk Nathan Tjoe-A-On di Timnas Indonesia
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Viral Pengemudi Ojek Pangkalan Getok Harga Rp 400 Ribu Senayan-Bundaran HI, Modus Bilang Tarif "58"
