
Pembudidaya Ikan Koi di Ciseeng, Bogor, Jawa Barat usai mengepas paket ikan koi yang siap dikirim ke pelanggan.
JawaPos.com – Harga tinggi dan potensi pasar yang bagus, ikan koi jadi primadona budidaya di Kecamatan Ciseeng Bogor Jawa Barat. Sebagian besar masyarakat di sanapun membudidayakan komoditas ini. Hasilnya, jutaan koi diproduksi tiap tahunnya.
Menurut data Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Bogor yang disampaikan oleh Fitriani Rahma Aprilianti Penyuluh Perikanan, pada tahun 2020 produksi koi mencapai 2.313.150 ekor. Jumlah ini merupakan kalkulasi dari empat desa sentra budidaya koi, yaitu Babakan, Parigi Mekar, Putat Nutug, dan Ciseeng.
“Memang sebagian besar pembudidayanya ikan koi. Ada sekitar 40 kelompok dari total 93 kelompok,” kata Fitri.
Berbagai jenis koi dibudidayakan di Ciseeng. Diantaranya koi tancho, kohaku, sanke, showa, dan lainnya. Masing-masing jenis memiliki harga berbeda yang tergantung pula pada ukurannya. Mulai dari ribuan hingga jutaan rupiah perekor. Umumnya yang diminati ukuran kecil dengan harga Rp3 ribu/ekor. Namun ada saja yang berminat membeli koi Rp 250 ribu/ekor dan Rp 1 juta/ekor.
Photo
Pembudidaya tengah memberikan pakan di kolam Ikan Koi di Ciseeng, Bogor Jawa Barat. (LPMUKP untuk JawaPos.com)
Uniknya, rata-rata pembudidaya di sana menggunakan sistim penjualan grosir, bukan eceran. Satu kolam diangkat dan dibeli semua koinya. Jika dalam 1 kolam berisi 500 koi dengan harga Rp3 ribu saja, omzetnya bisa Rp 1,5 juta.
“Ada memang beberapa orang datang ke Ciseeng belinya eceran tapi dia selektif banget dan harganya bisa sampai jutaan kalau yang seperti itu, untuk kontes,” ujar Dondi Arofah Anshor yang juga Penyuluh Perikanan.
Pemasaran koi Ciseeng terbilang luas. Para pembeli dari berbagai daerah dapat langsung membelinya ke pembudidaya atau bisa mengunjungi Pasar Ikan Hias Parung. Di sisi lain, dapat pula dikirim ke berbagai kota. Beberapa tujuan pengiriman diantaranya Lampung, Bengkulu, dan Palembang. Bahkan menurut informasi Dondi, koi Ciseeng direncanakan ekspor ke Turki.
Sebagai bentuk dukungan pengembangan budidaya ikan hias di Ciseeng, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menetapkannya sebagai Kampung Perikanan Budidaya. Berbagai fasilitas disediakan mulai dari pendampingan teknis dan usaha budidaya, sarana prasarana, hingga permodalan melalui Lembaga Pengelola Modal Usaha Kelautan dan Perikanan (LPMUKP).

Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
Dugaan Penipuan Lowongan Kerja Libatkan Eks Camat Pakal, DPRD Surabaya Desak Pengawasan ASN Diperketat
Deretan 11 Kuliner Pempek Terenak di Bandung yang Wajib Masuk Daftar Kunjungan
20 Tempat Makan Paling Recommended di Semarang, Banyak Pilihan Menu Kuliner yang Memanjakan Lidah
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Resmi! Daftar Line Up Skuad Clash of Legends 2026 Barcelona Legends vs DRX World Legends di GBK
Heboh Isu Perselingkuhan Istri Ahmad Sahroni dengan Seorang Duda Drummer Band Tahun 90-an, Netizen: Ketahuan Mulu Mesra-mesraan di Publik
21 Rekomendasi Tempat Makan Dekat Stasiun Bandung, Kuliner Terbaik yang Cocok Saat Lagi Transit
Harga LPG Non Subsidi Naik per 18 April 2026, Cek Daftar Harga Terbarunya!
9 Soto Legendaris di Bandung, Kuliner Murah Isian Melimpah tapi Rasa Juara
