Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 24 Mei 2022 | 23.38 WIB

SWI Blokir 7 Entitas Investasi dan 100 Pinjol Ilegal

Ketua Satgas Waspada Investasi Tongam L Tobing (Antara) - Image

Ketua Satgas Waspada Investasi Tongam L Tobing (Antara)

JawaPos.com - Satgas Waspada Investasi (SWI) meminta masyarakat untuk berhati-hati dalam memilih penawaran investasi dan pinjaman online (pinjol) ilegal. Meski, pemberantasan dan patroli siber terus dilakukan, masyarakat diminta tetap waspada. Jangan mudah tergiur dengan kemudahan syarat dan imbal hasil yang besar.

Ketua SWI Tongam Lumban Tobing menuturkan, pihak kembali menemukan tujuh entitas yang melakukan penawaran investasi tanpa izin selama April 2022. “Rinciannya dua entitas melakukan money game, satu entitas melakukan penjualan langsung tanpa izin, dua entitas forex dan robot trading tanpa izin, satu entitas perdagangan asset kripto tanpa izin, dan satu entitas lain-lain,” bebernya, Senin (23/5).

SWI telah menghentikan dan memblokir situs, website, maupun aplikasi entitas tersebut. Kemudian, menyampaikan ke laporan informasi ke Bareskrim Polri untuk diproses secara pidana. Tongam menyebut, tidak pernah melarang penarikan dana dari para korban investasi bodong.

“Setiap entitas yang dihentikan kegiatannya oleh SWI diperintahkan untuk mengembalikan kerugian masyarakat,” tegasnya.

Pekan lalu, SWI juga telah memanggil influencer yang memasarkan produk broker ilegal OctaFx, Ida Bagus Aswin P alias Gus Aswin selaku founder Tubi Indonesia. Tongam memintanya untuk menghentikan segala kegiatan yang mempromosikan dan memfasilitasi broker OctaFx karena merupakan pelanggaran hukum.

Selain itu, otoritas kembali menemukan 100 pinjol ilegal. Sehingga jumlah pinjol ilegal yang telah ditutup sebanyak 3.989 entitas sejak 2008. “Masyarakat diminta mewaspadai segala bentuk modus baru yang dilakukan oleh para pelaku untuk menjerat korban,” tandasnya.

Sementara itu, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk meluncurkan fitur investasi di super apps Livin by Mandiri. Sehingga memudahkan nasabah untuk melakukan pembelian reksa dana secara cepat, mudah, dan aman. Dengan harapan dapat mendorong pertumbuhan nasabah wealth management, khususnya investor ritel delapan kali lipat di 2024 mendatang.

Wakil Direktur Utama Bank Mandiri Alexandra Askandar mengatakan, saat ini jumlah nasabah kelolaan wealth management Bank Mandiri telah mencapai 127 ribu nasabah. Untuk menikmati fitur tersebut, nasabah hanya perlu melakukan pendaftaran dengan mengakses menu Livin’ Investasi pada aplikasi berlogo kuning. Lalu, mengisi kuisioner profil risiko untuk mengetahui produk reksa dana yang sesuai.

Melalui Livin’ Investasi, nasabah tidak perlu mengeluarkan modal besar untuk membeli reksa dana. Bisa mulai dari Rp 100 ribu. Sehingga akan sangat menarik bagi nasabah generasi milenial untuk berinvestasi. Nasabah juga dapat menentukan jenis portofolio yang sesuai dengan profil risiko termasuk besaran investasi.

Selain itu, pengguna tidak perlu repot top-up untuk berinvestasi secara rutin. Karena dilengkapi dengan fitur investasi berkala melalui autodebet dari rekening tabungan Bank Mandiri.

“Bank Mandiri tidak hanya fokus pada penyediaan layanan finansial saja, namun juga mengedepankan pemberian advisory yang tepat kepada nasabah. Kami berharap, adaptasi bisnis melalui digitalisasi transaksi produk-produk investasi ini dapat memperluas segmentasi target dan pengeloaan dana nasabah yang lebih terintegrasi,” papar Alexandra.

Editor: Mohamad Nur Asikin
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore