Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 6 Februari 2022 | 13.07 WIB

Cara Menghitung BEP Agar Minim dari Masalah dan Kerugian Penjualan

Pengunjung memesan minuman yang dibuat oleh Robot barista di salah satu toko ritel, Grand Indonesia, Jakarta Pusat, Senin (10/1/2022). Inovasi robot barista diharapkan dapat meningkatkan daya beli masyarakat untuk mencoba  minuman berbasis kopi dan juga m - Image

Pengunjung memesan minuman yang dibuat oleh Robot barista di salah satu toko ritel, Grand Indonesia, Jakarta Pusat, Senin (10/1/2022). Inovasi robot barista diharapkan dapat meningkatkan daya beli masyarakat untuk mencoba minuman berbasis kopi dan juga m

JawaPos.com - Bagi masyarakat yang ingin memulai bisnis atau usaha perlu memahami beberapa hal untuk meminimalkan masalah dan persoalan tata keuangan usaha. Tim analis OCBC NISP berbagi tips mengenai titik dimana pendapatan sama dengan modal yang dikeluarkan atau tidak terjadi kerugian atau keuntungan, dalam hal ini manfaat Break Even Point (BEP).

Bagi seorang pengusaha, pemahaman tentang break even point adalah hal mutlak. Tanpa kemampuan menghitung BEP, pebisnis akan mengalami banyak masalah, mulai dari kesulitan menentukan margin laba sampai memprediksi kapan bisnisnya balik modal.

Adapun Manfaat Break Even Point (BEP) diantaranya, pertama, mengetahui biaya total produksi. Poin pertama manfaat break even point adalah untuk mengetahui total biaya yang dikeluarkan demi memproduksi sejumlah barang. Saat melakukan perhitungan BEP, otomatis menghitung biaya produksi anda, mulai dari biaya tetap (fixed cost) sampai biaya variabel (variable cost).

Kedua, yaitu sebagai dasar perhitungan laba. Di dunia bisnis, ada istilah keuntungan atau margin profit, yaitu ukuran standar keuntungan (profit) atas setiap buah produk. Jika ingin menentukan margin profit, break even point adalah hal pertama yang perlu dihitung. Sebagai contoh, jika ingin mendapat profit sebesar Rp 10 ribu per produk terjual. Maka harga produk idealnya adalah nominal BEP ditambah dengan margin profit tersebut.

Ketiga, yaktu waktu balik modal. Mayoritas bisnis harus rela merugi di awal pendirian, karena brand awareness produk belum terbangun. Agar tahu sampai kapan kerugian ini terjadi, pebisnis harus mengetahui berapa banyak produk harus terjual sekaligus lama penjualannya. Tanpa BEP, estimasi jumlah produk terjual tidak akan bisa dihitung, sehingga durasi penjualan juga tidak dapat diperkirakan.

Poin terakhir manfaat break even point adalah untuk menganalisa apakah bisnis benar-benar bisa menghasilkan keuntungan. Perhitungan break even point adalah pondasi guna menentukan profitabilitas. Anda tidak akan tahu bisnis profit atau rugi tanpa mempelajari cara menghitung break even point.

Adapun elemen-elemen yang terdapat dalam BEP diantaranya, pertama adalah biaya tetap, atau disebut juga dengan fixed cost. Biaya tetap adalah biaya pokok yang akan selalu dikeluarkan perusahaan, bahkan saat tidak memproduksi apa-apa. Beberapa contoh biaya tetap misalnya biaya sewa gedung, biaya perawatan mesin, kendaraan, dan sebagainya.

Kedua, yaitu biaya variabel. Kebalikan dari biaya tetap, nominal variable cost mengikuti jumlah produksi yang dihasilkan perusahaan. Beberapa hal termasuk ke dalam variable cost adalah biaya bahan baku, biaya tenaga kerja, peralatan sekali pakai, dan sebagainya.

Ketiga, adalah biaya campuran atau mixed cost adalah kombinasi biaya tetap dan variabel. Biaya ini biasanya memiliki nominal default yang wajib dibayarkan meski tidak ada aktivitas produksi. Akan tetapi, saat produksi dilakukan, jumlahnya juga akan terus meningkat mengikuti output produksi. Contoh-contoh pengeluaran yang termasuk mixed cost misalnya tagihan listrik, tagihan air, biaya bensin kendaraan, pelumas mesin, dan sebagainya.

Keempat, setelah biaya-biaya dijumlah, akan terbentuk satu elemen BEP baru, yaitu harga pokok penjualan (HPP). Harga ini merupakan harga murni yang nominalnya sama persis dengan BEP, bahkan banyak orang menyebut keduanya sinonim. Sama dengan BEP, nilai laba di dalam harga pokok penjualan adalah 0.

Elemen terakhir break even point adalah margin laba, sesuatu yang wajib ditambahkan pada harga produk begitu BEP-nya terhitung. Seperti sudah dijelaskan di atas, penentuan margin laba ada dalam kekuasaan anda sebagai pemilik bisnis. Anda bisa menetapkan margin laba dengan nominal berapapun, sesuai harga jual produk yang Anda inginkan.

Setelah membahas pengertian break even point, manfaat, dan elemen penyusunnya, cara menghitung break even point dapat dengan berbagai metode. Cara menghitung break even point pertama adalah dengan menggunakan metode BEP per unit. Tolak ukur metode ini adalah nominal fixed cost, yang kemudian dibagi dengan harga per unit setelah dikurangkan variable cost. Metode BEP per unit ini cocok jika ingin mengetahui kontribusi produk per unit terhadap pencapaian laba penjualan.

Rumus Break Even Point per Unit (BEP Per Unit):

BEP Per Unit = Fixed Cost / (Harga Per Unit - Variable Cost Per Unit)

Contoh break even point per unit:
Per April 2021, operasional PT. Sinar Agung menghabiskan fixed cost sebesar Rp 150 juta untuk memproduksi 100 ribu produk, dengan variable cost per unit adalah Rp 60 ribu, dan harga per unit produk adalah Rp 100 ribu. Maka BEP per unit-nya adalah ;
BEP Per Unit =
= Rp 150.000.000 / (Rp 100.000 - Rp 60.000)
= Rp 150.000.000 / Rp 40.000
= Rp 3.750
Dengan demikian, BEP Per Unit PT. Sinar Agung per April 2021 adalah Rp 3.750,-

Poin kedua cara menghitung break even point adalah dengan berlandaskan pada nilai penjualan. BEP Per Penjualan adalah BEP yang dihitung berdasarkan biaya tetap dibagi selisih antara harga jual dan perbandingan variable cost dengan harga.

Berdasarkan metode ini, rumus break even point adalah:
BEP Per Penjualan = Fixed Cost / [1 - (Total Variable Cost/Harga Total)]

Contoh break even point per penjualan:
Per Januari 2021, Pak Aman berhasil mendapatkan omzet sebesar Rp 100 juta, dengan pengeluaran fixed cost sebesar Rp 20 juta dan variable cost sebesar Rp 40 juta. Dengan demikian, BEP per penjualan Pak Aman adalah:
BEP Per Penjualan =
= Rp 20.000.000 / [1 - (Rp 40.000.000/Rp 100.000.000)]
= Rp 20.000.000 / (1 - 0,4)
= Rp 20.000.000 / 0,6
= Rp 33.333.333
Dengan demikian, BEP Per Penjualan Pak Aman bulan Januari 2021 adalah Rp 33,3 juta.

Metode terakhir perhitungan break even point adalah berdasarkan biaya pokok, minus margin laba atau harga jual. Cara menghitung break even point per biaya inilah yang paling sering digunakan, karena rumusnya jauh lebih mudah.

Berdasarkan biaya, rumus break even ooint adalah sebagai berikut:

CV. Sejahtera Tani di bulan Maret 2021 memproduksi 500 unit pupuk, dengan fixed cost sebesar Rp 15 juta dan variable cost sebesar Rp60 ribu per unit pupuk. Jika berdasarkan biaya, maka BEP CV. Sejahtera Tani adalah:

Total Variable Cost = Rp 60.000 X 500 unit = Rp 30.000.000

BEP Per Biaya =
= (Total Fixed Cost + Total Variable Cost) / Total Unit
= (Rp 15.000.000 + Rp 30.000.000) / 500
= Rp 45.000.000 / 500
= Rp 90.000
Dengan demikian, BEP per biaya CV. Sejahtera Tani pada Maret 2021 adalah Rp 90 ribu per. Jika ingin profit, maka CV. Sejahtera Tani harus menetapkan harga pupuk per sak lebih tinggi dari BEP tersebut.

Perhitungan BEP adalah proses yang wajib ditempuh setiap pebisnis sebelum meluncurkan produknya ke pasar, jadi jangan sampai terlewat. Sehingga, investasi yang dijalankan tetap dapat terus memperoleh keuangan yang sehat dengan segala proses pengelolaan keuangan memnuhi standar yang baik.

Editor: Edy Pramana
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore