
Mardani Maming. (Mardani Maming for Jawa Pos)
Kritik Anak Muda yang Inkonsisten Berbisnis
HIMPUNAN Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) saat ini dipimpin sosok muda penuh talenta, yaitu Mardani H. Maming. Pria kelahiran 17 September 1981 tersebut dipercaya sebagai ketua umum Hipmi periode 2019–2022. CEO PT Batulicin Enam Sembilan tersebut juga sukses di ranah politik.
Bagi Mardani, anak muda harus bisa hadir di semua lini. Baik menjadi eksekutif, hadir di legislatif, menjadi pengusaha, berprestasi dalam bidang olahraga, maupun menjadi yang terbaik dalam bidang lain. ”Mengubah bangsa dan negara ini tentunya tidak terlepas dari perubahan atau semangat anak mudanya sendiri,” ujar pria ramah itu kepada Jawa Pos.
Mardani mengakrabi dunia usaha sejak kecil. Mardani cilik dididik sang ayah, Haji Maming bin Rahing, untuk memiliki jiwa berdagang dan berbisnis. ”Sejak kecil saya berjualan es potong di kampung. Pengalaman itulah yang membentuk mental saya,” kenangnya.
Kala itu sang ayah berpesan bahwa Mardani tidak boleh menjadi pegawai. Dia didorong untuk menjadi pengusaha karena dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi orang banyak. Berbekal mental yang ditempa sejak dini, Mardani memberanikan diri untuk terjun ke bisnis tambang.
Sejak 2000 sampai sekarang, selama 21 tahun itu Mardani fokus menjalankan bisnis tersebut. ”Anak muda itu biasanya jatuhnya di situ. Nggak fokus dengan apa yang dia kerjakan. Baru berhasil satu, sudah mau mencoba yang lain. Belum stabil di bisnis A, sudah mulai bisnis B,” ujar Mardani yang juga menjabat CEO PT Maming Enam Sembilan.
Menjadi pengusaha pun tak terlepas dari kenangan pahit. Selayaknya pengusaha lain yang memulai karier dari nol, ada saja tantangan dan kendala. Kena tipu pernah dialami. ”Itu menjadi pengalaman. Banyak lagi bisnis-bisnis yang dulu saya buat. Gagal, habis, setelah itu coba lagi sampai akhirnya berhasil sampai di titik yang sekarang ini,” beber Mardani.
Tak berhenti di bisnis, Mardani terjun ke bidang politik. Pada 2010 Mardani terpilih sebagai bupati Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan. Dia menjabat hampir dua periode, yakni 2010–2015 dan 2016–2018. Kala itu usianya masih 28 tahun. ’’Ini membawa saya memecahkan rekor Muri sebagai bupati termuda saat itu,” kenang lulusan S-3 Ilmu Sosial/Politik Universitas Airlangga tersebut.
Bagi dia, politik adalah jalur karier kedua untuk bisa memberikan kebaikan dan manfaat positif bagi masyarakat luas. Berpolitik bisa jadi jahat. Namun, menurut Mardani, di dalam politik juga ada kebaikan-kebaikan besar.

Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
21 Rekomendasi Tempat Makan Dekat Stasiun Bandung, Kuliner Terbaik yang Cocok Saat Lagi Transit
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Deretan 11 Kuliner Pempek Terenak di Bandung yang Wajib Masuk Daftar Kunjungan
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
Pemkot Surabaya Buka Suara Terkait Rencana Penertiban Pasar Koblen
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
20 Tempat Makan Paling Recommended di Semarang, Banyak Pilihan Menu Kuliner yang Memanjakan Lidah
Kasus Korupsi Sritex, Mantan Dirut Bank Jateng Dituntut 10 Tahun
Sisa 6 Laga Tersisa, Ini Jadwal Persib, Borneo FC, dan Persija di Super League! Siapa yang Jadi Juara
