Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 19 Oktober 2021 | 22.42 WIB

Sri Mulyani: Pandemi Bukan Pertama Kali, Tapi Bukan Yang Terakhir

Menteri Keuangan Sri Mulyani. Foto: Dery Ridwansah/ JawaPos.com - Image

Menteri Keuangan Sri Mulyani. Foto: Dery Ridwansah/ JawaPos.com

JawaPos.com - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mensyukuri keberhasilan Indonesia dalam mengendalikan kasus Covid-19. Seperti diketahui, jumlah penurunan kasus turun signifikan diatas 95 persen sejak kehadiran varian Delta.

"Alhamdulillah Indonesia dalam menghadapi tantangan virus varian Delta ini kita mampu menanganinya sangat efektif,” ujarnya secara virtual, Selasa (19/10).

Menurutnya, hal ini merupakan capaian yang tidak mudah dan bukan sesuatu yang dianggap sepele. Meskipun kasus Covid-19 sudah sangat rendah, namun bukan berarti masyarakat lalai dalam menjalankan protokol kesehatan Covid-19. Sebab, ancaman virus mematikan itu masih mengintai dan pandemi belum benar-benar berakhir.

"Artinya dunia termasuk Indonesia harus menyadari bahwa fenomena ancaman seperti yang terjadi pandemi ini tidak akan selesai atau tidak akan menjadi yang pertama dan terakhir kali," tuturnya.

Sri Mulyani mengungkapkan, saat ini pemerintah di dunia sedang menyiapkan strategi dan antisipasi jika seandainya pandemi dapat terjadi kembali. Sehingga, hal itu dapat dicegah sedini mungkin. Harapannya, agar tidak menyebabkan banyak korban jiwa dan merambat ke perekonomian.

Sri Mulyani menyebut, ancaman pasca pandemi Covid-19 berasal dari perubahan iklim yang tak kalah bahayanya dengan virus. Sebab, dampak fenomena ini sangat luas.

"Dari sisi korban jiwa, dampak ekonomi dan keuangan, ini sebuah fenomena adalah kejadian yang luar biasa, maka bangsa-bangsa di dunia harus berpikir dan berikhtiar mencegah hal ini ke depan," sebutnya.

Pemerintah sendiri juga sudah mulai membuat sederet kebijakan antisipatif untuk mencegah perubahan iklim, diantaranya memulai proyek pembangunan hijau, begitu juga dengan pembiayaannya. Selain itu bakal dilakukan pengenaan pajak karbon yang bakal dimulai 2022 mendatang.

"Meskipun kita disibukkan dengan pandemi, tapi climate change niscaya terjadi apabila seluruh dunia tidak mengantisipasinya," tuturnya.

Sri Mulyani menambahkan, karena Covid-19 yang belum sepenuhnya berakhir, maka harus terus dilakukan vaksinasi secara masif. Sebab, hingga saat ini vaksinasi Indonesia belum mencapai 40 persen. "Kita ingin mencapai 70 persen dari penduduk kita semuanya divaksin," pungkasnya.

Editor: Mohamad Nur Asikin
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore