
Ilustrasi Sejumlah pengunjung beraktivitas di salah satu pusat perbelanjaan. Basri Marzuki/Antara
JawaPos.com–Ekonom Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada (UGM) Muhammad Edhie Purnawan mengungkapkan tiga aspek kunci untuk mempercepat pemulihan ekonomi nasional yang diperkirakan akan berbentuk kurva V.
”Saya optimistis, pemulihan ekonomi Indonesia akan berbentuk V. Bisa V ramping, pun bisa pula V agak sedikit melebar, sesuai harapan kita semua. Namun ada tiga prasyaratnya,” kata Muhammad Edhie Purnawan seperti dilansir dari Antara di Jakarta, Kamis (11/3).
Aspek kunci yang pertama menurut dia, adalah mempercepat realisasi dan daya serap stimulus pemulihan ekonomi nasional. Tahun ini memiliki anggaran sebesar Rp 699,43 triliun. Hal itu agar sektor swasta bergerak lebih dinamis sehingga mesin perekonomian bisa bekerja dengan dengan kekuatan penuh.
”Belanja negara akan menjadi inspirasi bagi belanja korporasi dan rumah tangga. Ini yang kita butuhkan untuk mewujudkan pemulihan ekonomi dengan bentuk kurva V,” ujar Muhammad Edhie Purnawan.
Menurut dia, jika pemerintah bisa mempercepat belanja ekonomi secara masif, pertumbuhan ekonomi Indonesia bisa positif di kisaran angka 1–4 persen.
Aspek kunci kedua, lanjut dia, adalah akselerasi program vaksinasi Covid-19 yang mampu menciptakan 70 persen herd immunity pada akhir 2021.
”Kita bersyukur vaksin asal Inggris sudah juga hadir dan akan tersedia dalam jumlah 11,3 juta sampai akhir 2021,” tutur Muhammad Edhie Purnawan.
Dia menjelaskan aspek kunci terakhir adalah penurunan tingkat bunga Kredit Kendaraan Bermotor (KKB) dan Kredit Pemilikan Rumah (KPR). Edhie optimistis program penghapusan PPnBM dan aturan DP nol persen untuk KKB serta properti akan mendorong penjualan kendaraan bermotor jika perbankan ikut menurunkan tingkat bunga, khususnya untuk KKB dan KPR.
”Saya berharap penurunan tingkat bunga pinjaman perbankan terjadi dalam waktu yang tidak lama beriringan dengan kebijakan penghapusan PPnBM dan DP nol persen,” ucap Muhammad Edhie Purnawan.
Dia menambahkan, kolaborasi kreatif antara pemerintah, Bank Indonesia (BI), dan seluruh pemangku kepentingan, serta sektor swasta, maupun masyarakat, melalui vocal points komunitas-komunitas, harus lebih agresif pada 2021.
”Indonesia ini satu. Sejak dilahirkan sampai sekarang ya tetap satu karena itu syarat mutlak sembuhnya kesehatan dan ekonomi nasional adalah team works yang menyatu dan solid,” tegas Muhammad Edhie Purnawan.
Saksikan video menarik berikut ini:
https://www.youtube.com/watch?v=nWwO31xy5Q0

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
10 Kebab Paling Enak di Jakarta, Kuliner Timur Tengah yang Cita Rasanya Autentik
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
