Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 11 Maret 2021 | 19.05 WIB

Upaya Migas Hulu Jabar ONWJ dan Platform Pendidikan Gerakkan UMKM

Pekerja perempuan bekerja di UMKM Rajungan di Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau. Ogen/Antara - Image

Pekerja perempuan bekerja di UMKM Rajungan di Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau. Ogen/Antara

JawaPosom - Dampak Covid-19 terhadap ekonomi masyarakat sangat mengkhawatirkan. Menurut Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Provinsi Jawa Barat, sebanyak 37.119 usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di Jawa Barat terkena dampak pandemi Covid-19.

Hal ini membuat produksi mereka menurun dan sebagian lainnya terpaksa harus berhenti beroperasi. Sementara itu menurut Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) hingga 31 Juli 2020, jumlah pekerja yang terkena pemutusan hubungan kerja (PHK) maupun dirumahkan mencapai 3,5 juta lebih.

Adanya Covid-19 ini harus segera diantisipasi dengan memformat ulang model sebuah usaha. Para penggerak UMKM, khususnya para anak muda harus aktif dalam memanfaatkan internet. Internet dan media sosial dapat menambah ruang pemasaran yang lebih luas untuk mengembangkan bisnis. Penggunaan media sosial seperti Twitter, Facebook, Skype, Line, WhatsApp, dan media sosial lainnya untuk layanan bisnis juga menguntungkan konsumen.

Direktur Utama PT Migas Hulu Jabar ONWJ Ryan Alfian mengatakan, belajar memanfaatkan internet untuk mengembangkan bisnis tak mudah agar hasilnya maksimal. Dibutuhkan materi yang berkualitas, pemateri yang pakar di bidangnya, kelas yang kondusif dan lain sebagainya.

Sehingga, pihaknya menggandeng platform dibidang pendidikan GreatEdu untuk menyelenggarakan pelatihan peningkatan skill bagi mahasiswa penggerak UMKM di Kawasan Pantura, Jawa Barat.

“Besarnya dampak Covid-19 bagi kehidupan masyarakat terutama ekonomi harus diantisipasi dengan adanya pendampingan dan pelatihan. UMKM adalah tumpuan terakhir dan punya efek langsung untuk menggerakkan ekonomi masyarakat di daerah,” ujarnya dalam keterangannya, Kamis (11/3).

Nantinya, peserta akan mendapatkan pengetahuan dan bimbingan yang disediakan dalam bentuk kelas-kelas. Para peserta bisa mengikuti berbagai kelas seperti kelas membuat kue kering tanpa mixer dan oven, kelas membuat kue basah yang best seller, kelas Fotografi makanan dan kelas membuat konten marketing yang dapat meningkatkan penjualan.

Sementara, CEO GreatEdu Robert Edy Sudarwan mengatakan, pihaknya berupaya agar mahasiswa penggerak UKM di Jawa Barat dapat membantu ekonomi warga sekitarnya di masa Covid-19. Dengan sendirinya hal ini juga akan membantu pemerintah dalam mengentaskan dampak ekonomi akibat Covid-19 katanya.

"Pandemi bukan hanya menyerang sektor kesehatan tapi juga ekonomi masyarakat, khususnya menengah ke bawah. Ini harus menjadi perhatian kita semua,” tandasnya.

Saksikan video menarik berikut ini:

https://www.youtube.com/watch?v=gL_WSlD8VC8

Editor: Mohamad Nur Asikin
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore