
Photo
JawaPos.com - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) dan Badan Anggaran (Banggar) Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) telah menyepakati pelebaran defisit anggaran menjadi Rp 1.006,4 triliun atau setara 5,7 persen terhadap produk domestik bruto (PDB) pada tahun 2021 mendatang. "Ada kenaikan Rp 35,2 triliun atau 0,2 persen dari PDB kita," kata Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati raker bersama Banggar DPR, Jakarta, Jumat (11/9).
Sri Mulyani menjelaskan, pelebaran defisit anggaran terjadi karena ada revisi target pendapatan dan belanja negara. Pendapatan negara turun Rp 32,7 triliun menjadi Rp 1.743,6 triliun, dari yang sebelumnya dalam nota keuangan dipatok sebesar Rp 1.776,4 triliun.
Sementara, belanja negara naik Rp 2,5 triliun menjadi Rp 2.750,0 triliun, dari yang sebelumnya dalam nota keuangan dipatok sebesar Rp 2.747,5 triliun. Sehingga, untuk menutupi selisih tersebut, maka pemerintah melebarkan kembali defisit anggaran ke level 5,7 persen terhadap PDB.
Adapun rincian pendapatan negara yang sebesar Rp 1.743,6 triliun tersebut berasal dari perpajakan sebesar Rp 1.444,5 triliun. Angka ini menurun Rp 37,4 triliun dari yang sebelumnya dalam nota keuangan ditargetkan sebesar Rp 1.482,9 triliun.
Penurunan tersebut berasal dari target pendapatan pajak yang turun sebesar Rp 38,9 triliun menjadi Rp 1.229,6 triliun. Sebelumnya dalam nota keuangan, target pendapatan pajak dipatok Rp 1.268,5 triliun.
Sementara untuk pendapatan dari kepabeanan dan cukai naik Rp 1,5 triliun menjadi Rp 215,0 triliun dari yang sebelumnya ditargetkan dalam nota keuangan sebesar Rp 213,4 triliun. Kemudian, untuk PNBP menjadi Rp 298,2 triliun atau naik Rp 4,7 triliun dari sebelumnya Rp 293,5 triliun.
Sedangkan PNBP lainnya naik Rp 2,1 triliun menjadi Rp 109,2 triliun dari yang sebelumnya dipatok dalam nota keuangan sebesar Rp 107,0 triliun. Sementara itu, belanja negara yang ditetapkan sebesar Rp 2.750,0 triliun, terdiri dari belanja pemerintah pusat sebesar Rp 1.954,5 triliun,
Angka ini naik Rp 3,3 triliun dari target sebelumnya. Kemudian, anggaran transfer ke daerah dan dana desa (TKDD) sebesar Rp 795,5 triliun atau naik Rp 800 miliar.
Dengan postur tersebut, keseimbangan primer mencapai Rp 633,1 triliun. Angka itu lebih tinggi Rp 35,2 triliun dari yang disampaikan Presiden dalam nota keuangan yang sebesar Rp 597,95 triliun. Dengan keseimbangan defisit tersebut keseluruhan defisit anggaran RAPBN 2021 mencapai Rp 1.006,4 triliun atau naik menjadi 5,7 persen dari PDB.

Sah! Nathalie Holscher Resmi Dinikahi Aripat, Maskawinnya Berupa Uang Rp 2.272.026
Mentan Amran Terbang ke Jatim Pukul 06.00 WIB, Borong Inovasi ITS: Benih Jagung, Traktor Amfibi, hingga Alat Panjat Kelapa
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Roberto Carlos Ungkap Tiga Pemain Terbaik Sepanjang Masa, Lionel Messi dan Pele Tak Masuk!
Menurut Psikologi, Orang yang Tidak Pernah Mengunggah Foto Dirinya di Media Sosial Kerap Kali Memiliki 8 Sifat Mengejutkan Ini
Prediksi Skor Persib Bandung vs Arema FC di Piala Presiden 2026: Maung Bandung Masih Terlalu Perkasa?
Eks Bek Persib dan Persija Erik Setiawan Jadi Perbincangan Setelah Tuduhan Mantan Istrinya Viral
Nathalie Holscher-Aripat Menikah, Sule Titip Pesan untuk Adzam, Balasan Nathalie Jadi Sorotan
Mengulas Dugaan Kejanggalan Argentina di Final Piala Dunia 2026, Apa yang Sebenarnya Terjadi?
Analis Ungkap Strategi Iran Pilih Sasar Negara Teluk Tanpa Serang Kapal Induk AS
