
Stok beras di Pasar Induk Beras Cipinang di Jakarta, Minggu (19/4/2020). Menteri Perdagangan, Agus Suparmanto memastikan stok beras nasional aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat saat Ramadan dan Idul Fitri 1441 Hijriah. Ditambah lagi, musim panen seca
JawaPos.com - Pandemi global Covid-19 mewajibkan pemerintah untuk memutar otak dalam penanganannya. Salah satunya adalah mengganti bahan pangan masyarakat.
Khusus untuk beras, substitusi harus segera dilakukan. Pasalnya, pemerintah masih mengandalkan impor untuk memenuhi kebutuhan beras dalam negeri. Apalagi, dengan kondisi yang seperti sekarang ini, negara lain lebih cenderung untuk melakukan ekspor pangan demi memenuhi kebutuhan pangan di negaranya masing-masing.
Ketua Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Tulus Abadi pun menyampaikan, masyarakat Indonesia memiliki beberapa komoditas yang dapat dimanfaatkan sebagai pengganti beras. Apalagi, proses menanam dan panen juga lebih tinggi, di mana pasokannya pun relatif lebih banyak dibanding beras.
"Di tengah keterbatasan, jangan bergantung pada beras. Bagaimana diversifikasi pangan bisa dikembangkan agar kalaupun harus tidak makan beras ada bahan pangan lokal yang ada bisa menjadi substitusi terhadap beras," terangnya dalam diskusi online.
Beras telah dijadikan sebagai kebutuhan pangan satu-satunya sejak orde baru di mana hal itu pun menghilangkan potensi pangan yang lain. Maka dari itu, ketergantungan hanya dengan satu komoditas saja dapat berpotensi menyebabkan krisis pangan.
"Kondisi diperburuk dengan subtisusi makanan menggunakan mie instan, di mana bahan baku produksinya dari gandum yang harus mengandalkan impor," kata dia.
Semestinya, menurut Tulus, pemerintah lebih mengedepankan makanan pokok yang sesuai dengan kondisi geografis wilayah setempat agar dapat meminimalisasi risiko kelangkaan pangan. Tidak hanya itu saja, untuk menggenjot produksi pertanian, pemerintah juga harus memberikan insentif yang baik agar jumlah petani muda di Indonesia terus bertambah.
"Jadi mumpung kondisi seperti ini momen yang tepat untuk berkampanye kepada masyarakat dengan memasok bahan pangan non beras tapi subtitusi makanan lokal yang melimpah dan mudah dibudidayakan agar kemudian akses bahan pangan bisa lebih banyak serta ada kesinambungan untuk kedaulatan pangan," tutupnya.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
10 Kebab Paling Enak di Jakarta, Kuliner Timur Tengah yang Cita Rasanya Autentik
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
