JawaPos Radar

Pangkas Defisit Neraca Perdagangan, Ekspor Produk Lokal Digenjot

20/08/2018, 21:33 WIB | Editor: Sari Hardiyanto
Neraca Perdagangan
ILUSTRASI: Pemerintah Provinsi Jawa Tengah berupaya memangkas defisit neraca perdagangan yang kian melebar. (dok. JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah berupaya memangkas defisit neraca perdagangan yang kian melebar. Level ekspor dalam hal ini akan digenjot guna mengimbangi tingginya impor.

Arif Sambodo, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jateng menuturkan, sepanjang Januari hingga Juli 2018 defisit neraca perdagangan di provinsinya mencapai USD 4,37 miliar. Jarak antara ekspor dan impor tercipta dikarenakan pengusaha yang masih mengandalkan bahan baku dari luar negeri.

"Strategi khususnya jelas dorong ekspor karena impor bahan baku memang masih kita butuhkan. Impor karena mungkin barangnya tidak ada di sini atau mungkin karena lebih murah," kata Arif, Senin (20/8).

Tentunya, dalam upaya menggenjot ekspor ini, barang jadi yang nantinya dikirim ke luar negeri, bahan bakunya juga harus dari dalam negeri agar defisit tadi bisa dipangkas. Hal ini juga berlaku untuk barang modalnya.

Hal itu ia sampaikan usai melihat situasi investasi di Jateng yang menurut Arief terpantau meningkat. Sehingga berbuntut pada pengembangan atau perluasan pabrik, yang memungkinkan untuk dibutuhkannya bahan baku serta barang modal baru.

"Permasalahannya sekarang, adalah bagaimana kita mendorong ekspor non-migas. Ekspor kan pertumbuhannya USD 600 juta lebih. Meningkat cukup tinggi, hanya turun Juni kemarin. Bahkan dibandingkan tahun lalu meningkat hampir 15 persen," ujarnya.

Dikatakan Arif strategi ekspor selama ini berjalan cukup baik. Yang perlu ditingkatkan kini, menurutnya bukan hanya meningkatkan kapasitas produksi, tapi memperluas pasar pula.

Penetrasi ke pasar-pasar non konvensional, lanjutnya, sudah saatnya dilakukan. Seperti merambah ke negara-negara di Timur Tengah maupun Benua Afrika. "Kami sudah mengundang beberapa atase perdagangan. Seperti dari Afrika Selatan, dan kita akan ikut pameran di Jeddah. Semuanya guna memperluas pasar," tandasnya.

(gul/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up