Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 20 September 2020 | 01.28 WIB

Jangan Hanya Fokus Pada Resesi, Lebih Baik Redam Dampak Buruk Ekonomi

Konsumsi rumah tangga menjadi faktor utama penentu pertumbuhan ekonomi selain ekspor dan investasi - Image

Konsumsi rumah tangga menjadi faktor utama penentu pertumbuhan ekonomi selain ekspor dan investasi

JawaPos.com - CORE Indonesia memprediksi resesi sulit dihindari bila melihat perkembangan pemulihan ekonomi akibat Covid-19. Poyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan III dan IV diprediksi masih akan terkontraksi, meski lebih dangkal dibanding Triwulan II.

“Kami memprediksi untuk 2020, pertumbuhan ekonomi mencapai -1,5 persen sampai -3 persen,” kata Direktur Eksekutif Mohammad Faisal, Sabtu (19/9).

Faisal mengatakan, sebaiknya jangan terlalu fokus pada definisi teknis resesi. Sebab, yang terpenting adalah bagaimana meredam dampak buruk terhadap perekonomian selama pandemi, dan mendorong percepatan pemulihan ke depan.

Ia menyebut, pada tahun 2021 mendatang, kemungkinan besar pertumbuhan ekonomi tumbuh positif, namun seberapa cepat pemulihan ekonomi akan bergantung pada kecepatan penanggulangan wabah. “Semakin cepat, semakin cepat pula pemulihannya. Angka persisnya masih dalam kajian kita,” imbuhnya.

Sebagai catatan, gelombang kebangkrutan usaha dan peningkatan pengangguran harus dicegah dengan stimulus usaha dan bantuan sosial. Kemudian, target beneficiaries diperluas tapi dengan prioritas pada yang paling rentan: golongan miskin, usaha mikro, dan sektor informal. Terakhir, stimulus usaha dan bansos harus terus dipertahankan sampai kondisi ekonomi pulih setidaknya sampai 2021.

Selain itu, pihaknya memprediksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal III dan IV tetap akan kontraksi tetapi lebih dangkal. Hal ini didorong oleh surplus ekspor dan government spending. Sedangkan dua sumber pertumbuhan terbesar lain yakni konsumsi rumah tangga dan investasi karena masih terkontraksi. Makanya secara keseluruhan di Kuartal III dan IV tetap terkontraksi.

“Hanya saja, di kuartal III dan IV, kontraksi pada dua sumber pertumbuhan terbesar ini, terutama konsumsi, itu sudah lebih reda (ringan), walau tetap kontraksi,” tuturnya.

Saksikan video menarik berikut ini:

https://www.youtube.com/watch?v=8KOTYUUgwnU

Editor: Mohamad Nur Asikin
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore