Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 18 Maret 2021 | 17.28 WIB

Mendag Pastikan Rencana Impor Beras Tak Buat Harga Petani Turun

Ilustrasi Beras. DPR mengkritik rencana pemerintah kembali melakukan impor beras. Hal itu jelas bisa merugikan para petani. - Image

Ilustrasi Beras. DPR mengkritik rencana pemerintah kembali melakukan impor beras. Hal itu jelas bisa merugikan para petani.

JawaPos.com - Pemerintah terus berupaya menjaga harga kestabilan pangan di Tanah Air meskipun pandemi Covid-19 masih berlangsung hingga saat ini. Salah satu kestabilan pangan yang dijaga adalah ketersediaan beras melalui rencana impor satu juta ton tahun ini.

Namun, rencana Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi dan Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menuai banyak kritik. Sebab, impor saat masa panen dianggap akan menurunkan harga beras petani.

Menurut Lutfi, kritik tersebut merupakan kekeliruan karena pemerintah tetap menjamin harga beras dan gabah kering petani tidak turun, tetap stabil. "Tidak ada niat pemerintah untuk menurunkan harga petani terutama saat sedang panen raya. Sebagai contoh, harga gabah kering petani itu tidak diturunkan," ujarnya dalam keterangannya, Kamis (18/3).

Baca Juga: Impor Beras 1 Juta Ton, Mendag: Ini Strategi, Bukan Hancurkan Petani

Lutfi menjelaskan, sejak awal pemerintah sama sekali tak berniat menjatuhkan harga beras petani, terutama saat panen raya tiba. Sebaliknya, pemerintah merasa perlu menjaga kestabilan stok dan harga pangan, yang bisa saja dipermainkan oleh spekulan.

"Kalau harga gabah kering itu diturunkan oleh Bulog, nah itu bagian dari pada penghancuran harga beras petani," ungkapnya.

Pemerintah juga harus memastikan harga beras tetap terjangkau oleh masyarakat, terutama saat pandemi Covid-19 ini. Ia menekankan, pada masa pandemi, kelangkaan atau kenaikan bahan pangan terutama beras tidak boleh sampai terjadi.

Harga beras yang tak terkendali akan membahayakan perekonomian. Bahkan bisa mempengaruhi daya beli masyarakat. Apalagi jika para spekulan mencoba bermain untuk mengambil keuntungan pada saat pandemi.

"Ini adalah strategi pemerintah untuk memastikan, kita tidak bisa dipojokkan atau diatur oleh pedagang. Terutama para spekulan-spekulan yang berniat tidak baik dalam hal ini," kata Lutfi.

Beras yang akan diimpor nanti, rencananya juga tak akan digelontorkan ke pasar pada saat panen raya sekitar bulan April. Namun akan disimpan dan digunakan untuk menambah cadangan. Dalam hal ini pemerintah menyebutnya dengan istilah iron stock.

Pemerintah saat ini juga memerlukan stok beras untuk keperluan bansos dan menjaga untuk stabilisasi harga beras. "Jadi tidak dijual serta-merta ketika panen, keputusan kapan iron stock itu mesti keluar harus dimusyawarahkan bersama-sama (antar pemangku kebijakan)," imbuhnya.

Saksikan video menarik berikut ini:

https://youtu.be/VjnHTR4fugI

Editor: Nurul Adriyana Salbiah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore