Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 30 Mei 2017 | 01.00 WIB

Singapura Andalkan Kemudahan Beli Rumah

PASAR ASING: CEO PropNex Indonesia Lucky (kiri) dan Director PropNex Singapura Alvin Tan mengenalkan hunian baru Sims Urban Oasis akhir pekan lalu. - Image

PASAR ASING: CEO PropNex Indonesia Lucky (kiri) dan Director PropNex Singapura Alvin Tan mengenalkan hunian baru Sims Urban Oasis akhir pekan lalu.

JawaPos.com - Membaiknya pasar properti Singapura mendorong pengembang di negeri itu untuk memperluas target market ke Indonesia, termasuk Surabaya. Sebagaimana diketahui, pasar properti di Singapura melambat pada periode 2014–2016.


CEO PropNex Indonesia Lucky mengatakan, suplai yang berlebih pada periode tersebut menjadi penyebab melambatnya properti di Singapura. Akibatnya, harga properti anjlok hingga 30 persen. Dalam kondisi tersebut, pemerintah setempat menahan laju penjualan land bank kepada developer.


”Otomatis, itu menghambat suplai,” katanya kemarin. Sejak 2017, industri realestat di Singapura berangsur membaik. Namun, harga properti sekarang belum kembali normal. Diperkirakan, peningkatannya baru 12 persen.


Selama ini, pembeli dari Indonesia menempati posisi kedua setelah Tiongkok. Dari Indonesia sendiri, 30 persen pembeli properti di Singapura berasal dari Surabaya. Sisanya tersebar mulai Jakarta, Medan, hingga daerah-daerah lain.


”Pembeli properti dari Indonesia sudah paham betul kondisi properti di Singapura,” tutur dia. Mereka paham mulai potensi kenaikan harga hingga waktu yang tepat untuk membeli properti. ”Pasca winter season, kini properti di Singapura memasuki musim semi,” lanjut dia.


Tingginya animo berinvestasi di Singapura tidak terlepas dari kemudahan orang asing membeli properti di negeri itu. Dia mencontohkan, pengajuan kredit pemilikan rumah (KPR) relatif lebih mudah. ”Yang dilihat perputaran keuangan. Apalagi kalau ada deposito, kredit yang disetujui bisa sampai 80 persen,” papar dia.


Selain itu, jangka waktu KPR panjang. Bisa sampai 30 tahun dengan suku bunga di bawah 4 persen per tahun. ”Frekuensi penerbangan yang tinggi juga menjadi pertimbangan jika dibandingkan dengan berinvestasi di negara lain seperti Australia dan Malaysia,” kata dia.


Director PropNex Singapura Alvin Tan menambahkan, produk yang ditawarkan ke pasar Indonesia membidik segmen middle class. Sebagai produk investasi, potensi sewa juga terbuka. ”Saat ini developer tengah merampungkan pembangunan proyek apartemen tersebut,” katanya. (res/c11/sof)

Editor: Dwi Shintia
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore