
Pedagang bawang putih di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta, Kamis (6/2/2020). Institute for Development of Economics and Finance (Indef) menilai kelangkaan pasokan bawang putih yang diindikasi karena adanya virus Corona yang 95 persen pasokan bawang putih
JawaPos.com - Ketersediaan bawang putih menjadi sorotan pada awal 2021. Pemerintah mengklaim stok bawang putih sangat aman, namun harga di pasaran merangkak naik.
Khairul, salah seorang pedagang bawang putih di pasar induk Kramatjati Jakarta Timur mengatakan, harga bawang putih per hari ini di pedagang pasar induk jenis kating sudah Rp 21.000 per kilogram dan bawang putih jenis honan Rp 18.500/kg.
Di tingkat importir, harga juga sudah mulai tembus Rp 19.250 sampai Rp 19.750/kilogram. Diperkirakan kenaikan itu terus berlanjut sampai bulan berikutnya.
"Itu modal belinya. Kalau dengan ongkos bersihin dan penyusutan, harga di eceran bisa sampai Rp 25.000 per kilogram," ujar Khairul kepada wartawan, Selasa (16/2).
Kenaikan harga bawang putih ini mendapat perhatian dari Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU). Komisioner KPPU Guntur Saragih mengatakan, fakta menunjukkan bahwa bawang putih yang dibeli masyarakat terbilang tinggi. Padahal konsumsi untuk komoditas tersebut stabil dan dapat diprediksi setiap tahunnya. "Jika impor tidak lancar, maka suplai berkurang dan harga berpotensi naik," katanya.
Menurut dia, ketersediaan bawang putih hanya dapat dijaga dengan impor. Sementara proses impor masih menjadi persoalan. Disinyalir dengan adanya impor bawang putih dapat mengganggu petani lokal. Padahal, untuk impor bawang putih tidak ada pelaku usaha dalam negeri yang berpotensi terganggu.
Agar situasi seperti ini tidak berlanjut, Guntur berharap pada UU No 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja (UU Ciptaker). Dengan adanya UU sapu jagat tersebut proses birokrasi impor dapat dipermudah. "Harga yang beli masyarakat juga kompetitif," katanya.
Direktur Riset dan Program SUDRA Surya Vandiantara menuturkan, dengan adanya tingginya harga bawang putih perlu dikaji lebih mendalam. Jika pemicu karena regulasi, maka aturan itu direvisi agar masyarakat tidak dirugikan.
Baca juga: Stok Bawang Putih Aman, 175 Ribu Ton Impor Belum Direalisasikan
"Sudah selayaknya pemerintah mempermudah perizinan ekspor-impor. Langkah ini untuk mengansitipasi lahirnya mafia impor, rente, dan monopoli," ujar Surya Vandiantara.
Dia meminta pemerintah membiarkan pasar membentuk harga komoditas itu sendiri dengan persaingan yang sehat. Kebijakan yang menyebabkan rusaknya mekanisme pasar perlu dihapuskan.
Saksikan video menarik berikut ini:
https://youtu.be/X5jtxYsxvaM

Breaking News! Rival Veda Ega Pratama Didiskualifikasi dari Moto3 Catalunya 2026
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
Soal Kabar Kepala BGN Dadan Hindayana Ditangkap, Dasco: Serahkan ke Aparat Hukum
Profil Sony Sanjaya, Eks Jenderal Polri yang Dicopot Sebagai Wakil Kepala BGN, Sempat Diterpa Isu OTT
KPK Cari Keberadaan Wamen Imipas Silmy Karim Terkait OTT Imigrasi Jakbar
7 Pemain Baru Masuk! Bruno Moreira Hengkang, Ini Prediksi Starting XI Persebaya
Kejagung Konfirmasi Penggeledahan Kantor BGN Usai Pencopotan Dadan Hindayana
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Mantan Kepala BGN Dadan Hindayana Resmi Jadi Tersangka dan Ditahan Kejagung, Belum 24 Jam Usai Dicopot Prabowo
Kantor Badan Gizi Nasional Digeledah Kejagung, Muncul Karangan Bunga Unik Singgung Pencopotan Dadan
