
Ilustrasi pembudidaya ikan Lele tengah melakukan perawatan kolam. Hampir 70 persen modal dibutuhkan untuk kebutuhan pakan Lele.
JawaPos.com - Pakan menjadi hal terpenting dalam menjalankan usaha budidaya lele, hampir 70 persen modal dibutuhkan usaha ini untuk kebutuhan pakan. Dengan kombinasi penggunaan pakan pabrik dan pakan mandiri, sedikitnya 54 ton lele per tahun mampu dihasilkan dari Desa Gempoldenok.
Ikan lele merupakan jenis ikan tawar yang banyak diminati karena kandungan nutrisinya yang tinggi. Tingginya minat terhadap ikan ini menjadikan peluang bisnis lele menguntungkan. Untuk meningkatkan keuntungan, manajemen pakan pun tentunya menjadi cara yang tepat.
Pakan yang diberikan pada lele harus memiliki kandungan gizi yang baik karena akan menentukan hasil budidaya. Untuk pemberiannya, pakan bisa dikombinasikan antara pakan pabrik dengan pakan mandiri yang diolah dari sumber daya yang ada.
“Bisa menggunakan bahan baku yang gampang diperoleh seperti dedak, ikan rucah dan/atau ikan asin. Selain itu bisa juga menggunakan jagung,” tutur Rofigqoh Nur Su'udiyah Penyuluh Perikanan Kabupaten Demak.
Photo
Ilustrasi pembudidaya ikan Lele tengah membuat pakan yang mengkombinasikan antara pakan pabrik dengan pakan mandiri yang diolah dari sumber daya yang ada. Dengan kombinasi penggunaan pakan pabrik dan pakan mandiri, sedikitnya 54 ton lele per tahun mampu dihasilkan dari Desa Gempoldenok. (LPMUKP untuk JawaPos.com)
Pakan dibuat melalui proses penggilingan atau diberikan secara langsung ke ikan. Demi menjaga kualitas lele dan habitatnya di kolam, pemberian pakan pun tidak boleh sembarangan. Bahan pakan harus diperhatikan sehingga tidak menularkan bakteri berbahaya.
“Memperhatikan bahan dan asal pakan itu penting. Untuk jumlahnya sendiri berdasarkan standar operasional budidaya, pakan itu harus diberikan sebanyak 30 persen dari total bobot masa ikan di kolam,” jelas Rofigqoh lebih lanjut.
Di Gempoldenok lele dibudidayakan dengan memanfaatkan media kolam terpal di sekitar rumah. Selain lebih hemat lahan biaya pembuatannya pun lebih murah. Lele pun siap di panen saat usia pembesarannya menginjak kurang lebih 90 hari dari masa tebar bibit. Lele segar biasanya dijual dengan harga Rp16.000-18.000/kg untuk memenuhi permintaan rumah makan.
Selain dapat meningkatkan taraf perekonomian masyarakat, lele juga diharapkan dapat meningkatkan kegemaran masyarakat mengonsumsi ikan karena harganya yang terjangkau. Usaha budidaya lele terus didukung oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) untuk dapat terus dikembangkan. Salah satunya bentuk dukungan KKP ialah dengan menyediakan modal usaha yang dikelola oleh Lembaga Pengelola Modal Usaha Kelautan dan Perikanan (LPMUKP).

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
Terdepak dari Puncak Klasemen Liga Inggris, Bayang-bayang Kegagalan Juara di Akhir Musim kembali Menghantui Arsenal
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Profil Agnes Aditya Rahajeng, Pemenang Puteri Indonesia 2026
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
