
Pekerja memanggul beras di Pasar Beras Induk Cipinang, Jakarta, Minggu (17/5/2020). Pemerintah Indonesia melalui Perum Bulog memastikan bahwa stok beras di seluruh wilayah Indonesia aman hingga perayaan Hari Raya Idul Fitri 1441 H. Foto: Dery Ridwansah/ J
Antisipasi Kemungkinan Gejolak Ekonomi Tahun Depan
JawaPos.com – Presiden Joko Widodo (Jokowi) memimpin rapat kabinet paripurna di Jakarta kemarin (6/12). Rapat tersebut menyoroti potensi gejolak ekonomi tahun depan. Khususnya memastikan ketersediaan cadangan beras nasional. Jangan sampai cadangan beras habis, kemudian disusul lonjakan harga di tengah masyarakat.
Jokowi meminta jajaran kabinetnya untuk tetap berhati-hati dan mewaspadai ancaman krisis keuangan hingga krisis pangan tahun depan. ’’Karena nanti larinya bisa ke masalah sosial politik,’’ katanya.
Mantan wali kota Solo itu menekankan, stok atau cadangan beras harus dihitung dengan baik sesuai kondisi lapangan. Dia berpesan, jangan sampai terjadi salah perhitungan stok beras nasional. Apalagi dengan perkiraan yang salah, pemerintah tidak menyiapkan cadangan beras nasional. ’’Dan pada satu titik, cadangan kita habis, dilihat oleh pedagang, dan akhirnya harga beras naik,’’ katanya. Jokowi menekankan, antara supply dan demand beras harus dihitung dengan cermat.
Jokowi mengingatkan bahwa situasi dunia saat ini masih tidak baik-baik saja. Karena itu, dia berpesan, seluruh kebijakan yang berkaitan dengan hajat hidup orang banyak harus betul-betul dikalkulasi dengan baik. Dia juga berpesan soal kolaborasi kementerian dan lembaga. Semua lembaga negara harus meningkatkan konsolidasi dan menghilangkan ego sektoral.
Untuk mengantisipasi gejolak ekonomi tahun depan, Jokowi tidak hanya menyoroti ketersediaan beras. Tetapi juga meningkatkan belanja atau konsumsi. Khususnya belanja APBN, APBD, dan BUMN. Dia menegaskan, dalam belanja uang negara, pembelian barang dalam negeri hukumnya wajib.
’’Kemudian di awal-awal tahun, biasanya yang mendahului (belanja anggaran) pasti Kementerian PUPR. Saya minta kementerian lain juga sama,’’ katanya. Kementerian dan lembaga harus merealisasikan belanja modal dan belanja sosial sejak awal tahun. Pengalokasian harus dikawal dengan baik dan detail. Kementerian dan lembaga tidak boleh terjebak rutinitas dalam membelanjakan anggaran.
Sementara itu, urusan cadangan beras nasional juga sempat disinggung Wakil Presiden Ma’ruf Amin. Mantan ketua umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) tersebut mengatakan, pemerintah sudah melakukan upaya intensifikasi untuk menjaga cadangan beras.
Dia mencontohkan upaya intensifikasi di Sulawesi Selatan yang bisa meningkatkan produksi beras hingga 250 ribu ton. ’’Jadi, ini ada di daerah-daerah yang lain dan mungkin juga (ada) yang tidak berhasil,’’ katanya. Menurut laporan yang dia terima, cadangan beras bisa dipenuhi.

Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Media Jerman Pusing Lihat Ngerinya Performa Veda Ega Pratama di Sesi Practice Moto3 Hungaria 2026
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Eksklusif! Perjuangan Nyo Daftar Player Escort Sejak 2024, Menangis Haru Dipeluk Nathan Tjoe-A-On di Timnas Indonesia
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Viral Pengemudi Ojek Pangkalan Getok Harga Rp 400 Ribu Senayan-Bundaran HI, Modus Bilang Tarif "58"
