
istimewa
JawaPos.com - PT. Wavin Indonesia, yang merupakan investasi langsung Group Global Orbia (Meksiko) dan Wavin B.V. (Belanda) melakukan ground breaking pabrik pertamanya Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB), Jawa Tengah. Untuk tahap pertama, investasi perusahaan internasional itu diperkirakan sebesar 100 juta dolar AS.
Pabrik yang didirikan di atas tanah seluas 20 hektar itu sekaligus memenuhi keinginan Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk menjadikan Grand Batang City atau KITB menjadi The Capital of Industrial Estate in Asia.
Diketahui, acara tersebut dihadiri oleh Presiden Joko Widodo, bersama CEO Orbia dan Wavin B.V., Marteen Roef beserta Menteri Investasi, Bahlil Lahadalia disaksikan oleh Menteri ESDM Arifin Tasrif, Mentri Sekretaris Kabinet, Pramono Anung dan Menteri PUPR Basuki Hadimuldjono.
Menurut Bahlil Lahadia, Indonesia menjadi pilihan Orbia dan Wavin untuk berinvestasi dan mengalahkan Malaysia dan Vietnam yang sebelumnya juga menjadi pilihan alternatif, sebelum akhirnya memilih Indonesia.
Sementara itu, Presiden Joko Widodo menyampaikan bahwa pada saat ini, seluruh negara di dunia berlomba untuk menarik investasi langsung (Foreign Direct Investment) sebagai penggerak pertumbuhan perekonomian dan penciptaan lapangan kerja.
Apalagi, Indonesia dalam lima tahun terakhir telah bekerja keras untuk dapat bersaing dalam menarik penanaman modal asing khususnya untuk memajukan industri manufaktur, substitusi impor, meningkatkan ekspor dan mendorong pertumbuhan UMKM.
"Upaya untuk meningkatakan kemudahan berusaha, pemberian insentif, menyederhanakan perijinan, restrukturisasi peraturan perundangan yang tumpeng tindih ke dalam UU Cipta Kerja, telah membuahkan hasil dan menjadikan Indonesia sebagai destinasi investasi yang bersaing," ujarnya.
Selain itu, lanjut Jokowi, juga ditopang oleh potensi pangsa pasar Indonesia denga kelas menengah yang terus tumbuh dengan baik, politik yang stabil, ketersediaan sumberdaya manusia yang cukup bersaing dan letak geografis yang strategis untuk menjangkau pasar Asia Pasifik dan Australia.
Direktur Utama PT Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB) Ngurah Wirawan menyambut baik investasi tersebut dan siap membantu Wavin untuk mewujudkan rencana investasinya, secara menyeluruh termasuk membantu dalam proses desain, pemilihan kontraktor, dan penyediaan sumberdaya manusia yang bersinergi dengan perusahaan BUMN dan Kementerian terkait.
Diketahui, Grand Batang City atau yang biasa disebut KITB dirancang dengan konsep modern, smart, dan green dengan total luas areal 4.300 hektar yang dibagi menjadi tiga cluster, yakni Industri, Perumahan dan Innovation Center.
KITB juga dirancang untuk menjadi kawasan industry terpadu dengan pelayanan yang menyeluruh, termasuk penyediaan infrastruktur logistik dengan akses langsung menuju Tol Trans Jawa an Jalur Nasional Pantura. Juga di dalamnya ada rencana pengembangan Dry Port dan Pelabuhan Jetty yang akan menjadi Feeder untuk Pelabuhan Patimban maupun Pelabuhan Tanjung Mas.

Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Media Jerman Pusing Lihat Ngerinya Performa Veda Ega Pratama di Sesi Practice Moto3 Hungaria 2026
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Eksklusif! Perjuangan Nyo Daftar Player Escort Sejak 2024, Menangis Haru Dipeluk Nathan Tjoe-A-On di Timnas Indonesia
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Viral Pengemudi Ojek Pangkalan Getok Harga Rp 400 Ribu Senayan-Bundaran HI, Modus Bilang Tarif "58"
