Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 6 Agustus 2020 | 04.42 WIB

Sri Mulyani Yakin Indonesia Masih Bisa Hindari Resesi

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati (Zaki) - Image

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati (Zaki)

JawaPos.com - Pemerintah dalam hal ini Kementerian Keuangan (Kemenkeu) optimistis, Indonesia masih akan selamat dari ancaman resesi, meskipun pada kuartal-II 2020 ekonomi terkontraksi 5,32 persen. Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengatakan, Indonesia baru pertama kali mengalami kontraksi meskipun tiap kuartal mengalami perlambatan pertumbuhan ekonomi.

"Sebetulnya kalau YoY kita belum resesi, karena ini baru pertama kali kita kontraksi. Resesi dilihat YoY untuk dua kuartal berturut-turut," ujarnya, Konferensi Pers Virtual, Rabu (5/8).

Sri Mulyani menjelaskan, syarat resesi adalah pertumbuhan ekonomi dua kuartal berturut-turut mengalami kontraksi atau tumbuh negatif. Sementara, Indonesia sendiri baru pertama kali mengalami kontraksi ekonomi tahun ini.

"Ini akan menjadi pemicu bagi kita agar kuartal-III dan kuartal-IV tidak negatif atau bisa dihindarkan dalam zona negatif growth," tuturnya.

Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia itu menargetkan, ekonomi pada kuartal-III bisa tumbuh 0-0,5 persen, seiring pemulihan ekonomi. Namun, dia mengakui masih ada kemungkinan negatif karena ada penurunan di beberapa sektor.

Sri Mulyani menambahkan, pada pengujung tahun atau kuartal-IV diharapkan perekonomian Indonesia dapat tumbuh mendekati 3 persen. "Jika itu terjadi, maka keseluruhan ekonomi 2020 diharapkan akan tetap di zona positif mimnimal 0-1 persen," pungkasnya.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore