
Photo
JawaPos.com - Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) menilai sektor sawit yang menjadi industri unggulan masih berpotensi untuk menyumbang penyerapan tenaga kerja yang tinggi, terutama di sisi hilir, dikutip dari ANTARA.
Sekjen Gapki Eddy Martono dalam pernyataan di Jakarta, Jumat (4/11), mengatakan penyerapan tenaga kerja di sektor ini masih terbagi luas hingga hilir, meski industri dibayangi risiko krisis maupun inflasi.
"Di samping itu di sektor hulu sawit belum bisa dilakukan full mekanisasi, sehingga masih banyak membutuhkan tenaga kerja," katanya.
Ia memperkirakan penyerapan tenaga kerja di berbagai sentra sawit bisa mencapai 5 juta orang, mencakup pekerja hingga tenaga angkutan pendukung, dari potensi luas perkebunan mencapai 16,3 juta hektare.
Menurut dia, potensi penambahan tenaga kerja di sektor hilir sangat besar karena penyerapan pekerja di sektor hulu tidak terlalu tinggi selama tidak ada pengembangan kebun.
Namun, tambah Eddy, tenaga kerja di sektor hulu masih mempunyai peran yang krusial dalam keberlangsungan industri sawit, karena apabila ada hambatan di hulu, maka seluruh proses di perkebunan akan terkendala.
"Untuk ke depan, tenaga kerja yang meningkat hanya di sektor hilir sebab di hulu ada moratorium praktis tidak ada perluasan kebun," katanya.
Sementara itu, Pengamat Ketenagakerjaan dari Universitas Gadjah Mada (UGM) Tadjudin Nur Effendi menilai penyerapan tenaga kerja sawit Indonesia masih memiliki potensi untuk meningkat.
Bahkan, menurut Tadjudin, perkiraan 16 juta tenaga kerja di sektor sawit masih belum maksimal karena industri ini bisa menyerap potensi 20 hingga 25 juta tenaga kerja.
Namun, ia mengakui jumlah penyerapan pekerja sawit masih sangat bergantung dengan harga TBS. Pernah ketika harga TBS Rp 1.000 per kilogram, penyerapan tenaga kerja rendah. Sebaliknya, ketika harga TBS mencapai Rp 3.500 per kilogram, penyerapan pekerja tercatat tinggi.
"Harga sawit yang tidak menentu di dunia internasional turun naik, itu menyebabkan penyerapan tenaga kerjanya juga turun naik, tidak continue atau berkelanjutan. Jadi tergantung harga TBS," katanya.

Breaking News! Rival Veda Ega Pratama Didiskualifikasi dari Moto3 Catalunya 2026
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
3 Bintang Baru Sudah Deal! Persebaya Surabaya Siapkan Misi Besar Bernardo Tavares di Musim 100 Tahun
Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Sony Sonjaya Akan Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator Kasus MBG, Janjikan Buka Nama-Nama Besar
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Surat Satir Sony Sanjaya ke Kepala BGN Baru Bikin Heboh, Netizen: Nanik Deyang Cepu ya Pak?
Resmi Jadi Tersangka Korupsi MBG, Sony Sonjaya Kirim Surat Satir ke Kepala BGN Baru: 'Terima Kasih Hadiah Indahnya'
Dikabarkan Deal! Persebaya Surabaya Gaet Lima Pemain Anyar, Empat Legiun Asing dan Satu Striker Lokal
