Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 2 Juli 2022 | 22.29 WIB

Menkeu: Pembiayaan Utang Semester I APBN 2022 Turun Luar Biasa Tajam

Menteri keuangan  Sri Mulyani mengikuti rapat kerja (Raker) dengan Komisi XI DPR RI di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (22/9/2021). Komisi XI DPR menyetujui penyesuaian Badan Anggaran DPR atas rencana kerja dan anggaran Kementerian Keuangan 2022 sebesar - Image

Menteri keuangan Sri Mulyani mengikuti rapat kerja (Raker) dengan Komisi XI DPR RI di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (22/9/2021). Komisi XI DPR menyetujui penyesuaian Badan Anggaran DPR atas rencana kerja dan anggaran Kementerian Keuangan 2022 sebesar

JawaPos.com - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menyampaikan realisasi pembiayaan utang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) pada semester I 2022 sebesar Rp 191,9 triliun. Angka pembiayaan utang turun 56,9 persen dibanding semester I 2021 yang sebear Rp 444,8 triliun.

"Penerimaan negara yang luar biasa kuat dan belanja yang tetap didukung untuk pemulihan dan penanganan ekonomi, serta menjaga rakyat, maka pembiayaan utang mengalami penurunan yang luar biasa tajam," kata Sri Mulyani dalam Rapat Kerja dengan Badan Anggaran Dewan Perwakilan Rakyat RI di Jakarta, Jumat (1/7).

Oleh karena itu, ia berpendapat penurunan pembiayaan utang tersebut adalah salah satu indikator kesehatan APBN yang luar biasa baik. Penurunan pembiayaan utang terjadi karena drastisnya pengurangan penerbitan surat berharga negara (SBN) neto maupun pinjaman neto.

Sri Mulyani menyampaikan penerbitan SBN neto menurun 60,7 persen pada paruh pertama tahun ini. Sehingga pemerintah hanya menerbitkan surat utang sebesar Rp 182,4 triliun.

"Bandingkan dengan semester I tahun lalu di mana kami harus menerbitkan SBN senilai Rp 464 triliun," tuturnya. dikutip dari Antara.

Ia melanjutkan pinjaman neto juga menurun sangat dalam hingga 149,4 persen menjadi hanya Rp 9,5 triliun. Dengan demikian dalam menghadapi guncangan dan dengan memanfaatkan windfall profit, pemerintah akan mengelola pembiayaan utang agar bisa semakin hati-hati.

Untuk keseluruhan tahun ini, pembiayaan utang diperkirakan mencapai Rp 757,6 triliun atau lebih rendah sekitar 22 persen dari target Rp 943,7 triliun. Di sisi lain, mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini menyebutkan keseimbangan primer APBN saat ini mencatatkan kondisi yang positif sebesar Rp 259,7 triliun.

Keseimbangan primer adalah selisih dari total pendapatan negara dikurangi belanja negara di luar pembayaran bunga utang. "Ini adalah positif dari keseimbangan primer yang sangat besar dan pertama kali dalam empat tahun terakhir," pungkas Ani, sapaan Sri Mulyani.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore