
Photo
JawaPos.com - Para pelaku usaha bidang perjalanan wisata meminta pemerintah lebih serius mendukung pemulihan bisnis mereka. Salah satunya adalah dengan menerbitkan kebijakan yang pro-pariwisata. Itu disebabkan kebijakan akhir tahun lalu dianggap menghambat bisnis pariwisata.
Kabid Komunikasi Association of the Indonesian Tours and Travel Agencies (ASITA) 1971 Nanik Sutaningtyas menyebut bisnis perjalanan wisata mati suri selama pandemi Covid-19. Pemasukan hanya ada pada Februari lalu. Setelah itu, nyaris tidak ada pendapatan.
"Pada pengujung tahun 2020, kami berharap ada pemasukan kembali. Ada harapan bisnis bangkit. Tapi, kemudian ada peraturan rapid antigen. Jadi seperti sudah jatuh tertimpa tangga," ucapnya Jumat (1/1).
Namun, Nanik menyadari bahwa dampak pandemi memang serius. Terutama bagi kesehatan masyarakat.
"Kami menyadari kebijakan keharusan rapid antigen merupakan strategi pemerintah untuk mengantisipasi persebaran virus. Tapi, harus dipahami juga dampaknya terhadap pelaku usaha bidang pariwisata," paparnya. Tahun ini dia berharap ada solusi untuk membuat bisnis pariwisata kembali menggeliat.
https://www.youtube.com/watch?v=-b99rlONhdM

Sah! Nathalie Holscher Resmi Dinikahi Aripat, Maskawinnya Berupa Uang Rp 2.272.026
Mentan Amran Terbang ke Jatim Pukul 06.00 WIB, Borong Inovasi ITS: Benih Jagung, Traktor Amfibi, hingga Alat Panjat Kelapa
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Roberto Carlos Ungkap Tiga Pemain Terbaik Sepanjang Masa, Lionel Messi dan Pele Tak Masuk!
Menurut Psikologi, Orang yang Tidak Pernah Mengunggah Foto Dirinya di Media Sosial Kerap Kali Memiliki 8 Sifat Mengejutkan Ini
Prediksi Skor Persib Bandung vs Arema FC di Piala Presiden 2026: Maung Bandung Masih Terlalu Perkasa?
Eks Bek Persib dan Persija Erik Setiawan Jadi Perbincangan Setelah Tuduhan Mantan Istrinya Viral
Nathalie Holscher-Aripat Menikah, Sule Titip Pesan untuk Adzam, Balasan Nathalie Jadi Sorotan
Mengulas Dugaan Kejanggalan Argentina di Final Piala Dunia 2026, Apa yang Sebenarnya Terjadi?
Analis Ungkap Strategi Iran Pilih Sasar Negara Teluk Tanpa Serang Kapal Induk AS
