Pekerja melakukan aktivitas bongkar muat air minum dalam kemasan di Jakarta, Jumat (16/6/2023). Asosiasi Produsen Air Minum Kemasan Nasional (Asparminas) menyebutkan pangsa pasar air minum dalam kemasan (AMDK) produk dalam negeri mengalami peningkatan dal
JawaPos.com - Indonesia memasuki 2026 dengan keyakinan kuat terhadap daya tahan ekonomi. Proyeksi pertumbuhan yang stabil di kisaran 5,0 hingga 5,4 persen menjadi sinyal bahwa konsumsi domestik dan investasi sektor riil masih akan menjadi penggerak utama perekonomian nasional, dikutip dari ANTARA.
Pemerintah, melalui kerangka ekonomi makro dan pokok-pokok kebijakan fiskal menegaskan arah kebijakan yang mendorong penguatan konsumsi rumah tangga, investasi, dan keberlanjutan reformasi struktural.
Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Shinta Kamdani memproyeksikan pertumbuhan ekonomi 2026 berada di kisaran yang sama, yakni 5,0 hingga 5,4 persen. Menurutnya, konsumsi domestik akan tetap menjadi penopang utama, terutama pada awal tahun, ketika aktivitas ekonomi meningkat seiring momentum hari besar keagamaan.
Di tengah perubahan gaya hidup, urbanisasi, dan ritme kerja yang semakin dinamis, kebutuhan terhadap produk yang praktis, higienis, dan mudah diakses akan terus meningkat. Industri air minum dalam kemasan (AMDK) menjadi bagian strategis dalam rantai tersebut. Air minum yang aman dan terjamin mutunya merupakan kebutuhan dasar masyarakat modern.
Ketua Umum Asosiasi Produsen Air Kemasan Nusantara Karyanto Wibowo menyebut 2026 sebagai periode krusial bagi industri AMDK. Hal itu, karena pertumbuhan ekonomi yang stabil harus diikuti dengan peningkatan efisiensi produksi, penguatan rantai pasok, dan inovasi produk.
Sebelumnya, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menegaskan bahwa sektor makanan dan minuman merupakan salah satu tulang punggung industri pengolahan nonmigas.
"Industri AMDK Indonesia menunjukkan tren pertumbuhan yang relatif konsisten dalam satu dekade terakhir. Faktor pendorongnya, antara lain pertumbuhan penduduk, urbanisasi, dan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya akses air minum yang aman," ujarnya.
Ia melanjutkan, pada 2025, industri ini mencatat kinerja yang positif, stabil, dan resilien. Perannya dalam menopang subsektor makanan dan minuman terlihat jelas sebagai bagian dari subsektor makanan dan minuman yang merupakan kontributor utama industri pengolahan nonmigas
Saat ini, terdapat sekitar 707 pabrik AMDK, dengan kapasitas terpasang sekitar 47 miliar liter per tahun. Tingkat utilisasi industri berada di atas 70 persen dan menyerap sekitar 46 ribu tenaga kerja langsung.
Daya saing industri juga diperkuat melalui penerapan standar mutu, dengan 1.348 sertifikat SNI yang aktif. Di saat yang sama, kontribusi ekspor menunjukkan pertumbuhan, sementara sejumlah pelaku industri mulai memasuki fase transformasi menuju Industri 4.0.
"Seluruh capaian tersebut menunjukkan bahwa industri ini tidak hanya mengikuti arus pertumbuhan ekonomi, tetapi juga berperan aktif dalam mendorong stabilitas industri manufaktur nasional," tutupnya.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
10 Kebab Paling Enak di Jakarta, Kuliner Timur Tengah yang Cita Rasanya Autentik
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
