
Menteri Koordinator bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto. (Nurul Fitriana/JawaPos.com)
JawaPos.com - Menteri Koordinator bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto memastikan bahwa pemerintah Amerika Serikat (AS) telah bersedia memasukkan komoditas kelapa sawit dalam daftar bebas tarif bea masuk atau biaya ekspor nol persen dari Indonesia ke AS.
Airlangga menyebut, nantinya detail keputusan itu akan tertuang dalam Agreement on Reciprocal Tariff (ART) yang bakal ditandatangani dua kepala negara pada Januari 2026 mendatang.
Bahkan, sebelumnya pun sejumlah komoditas sudah masuk dalam executive order atau daftar yang dibebaskan dari bea masuk. Namun, khusus Indonesia, Airlangga meminta tambahan agar komoditas unggulan itu bisa masuk menjadi satu di dalamnya.
"Sebetulnya untuk komoditas itu sudah ada di dalam executive order, cuman untuk Indonesia ditambahkan beberapa komoditas lain. Termasuk, kelapa sawit," kata Airlangga saat ditemui di Pondok Indah Mal 1, Jakarta Selatan, Jumat (26/12).
Meski begitu, Airlangga masih belum mau menyebutkan komoditas apa saja yang akan tertuang dalam executive order terbaru. Ia meminta semua pihak untuk menunggu dan melihat detailnya nanti.
"Itu nanti kita lihat detailnya," jelasnya.
Lebih lanjut, Airlangga memastikan bahwa kriteria produk yang memperoleh fasilitas bebas bea masuk 0 persen hanya ditujukan kepada komoditas berbasis Sumber Daya Alam (SDA).
Sementara untuk komoditas lain, seperti hasil manufaktur, salah satunya tekstil masih tetap akan dikenakan tarif resiprokal sebesar 19 persen. "Tekstil kan bukan dari alam. Jadi, ya semua yang sumber daya alam berbasis tropical," tukasnya.
Sebelumnya, pemerintah Indonesia terus mendorong percepatan penyelesaian negosiasi tarif resiprokal dengan Amerika Serikat. Indonesia sendiri telah berhasil untuk bertemu dengan United States Trade Representative (USTR) sebelum libur Natal.
Bahkan, pertemuan itu menjadi langkah penting untuk menuntaskan dokumen Agreement on Reciprocal Tariff (ART) antara kedua negara. Dari pertemuan itu disepakati bahwa Indonesia dan Amerika Serikat sama-sama menekankan pentingnya menjaga kepentingan bersama dalam perjanjian tersebut.
Adapun dari pertemuan itu ditargetkan bahwa ART akan ditandatangani langsung oleh pemimpin dua negara pada akhir Januari 2025.

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
