
DI ATAS HARGA ACUAN: Sri Wahyuning, salah seorang pedagang, menata bawang putih dan merah di Pasar Pucan, Jumat (20/11). (Robertus Risky/Jawa Pos)
JawaPos.com - Harga bawang putih tercatat naik di pasaran. Mengutip panel harga pangan milik Badan Pangan Nasional (Bapanas) atau National Food Agency (NFA), per hari ini, Kamis (25/5) harga bawang putih tembus Rp 36.170 per kilogram.
Harga tersebut tercatat melonjak dibandingkan dengan hari yang sama pada bulan sebelumnya sebesar Rp 27.190 per kilogram. Sehingga kenaikan harga tercatat mencapai Rp 8.980 per kilogram.
Terkait itu, Analis Ketahanan Pangan Bapanas Retno Utami mengatakan bahwa kenaikan harga bawang putih salah satunya disebabkan oleh suplai atau ketersediannya yang kurang dari kebutuhan pasar.
"Secara hukum ekonomi, harga itu berkolerasi dengan suplai. Ketika suplai itu kurang, harga itu cenderung meningkat begitupun sebaliknya," kata Retno dalam diskusi publik "Carut Marut Tata Niaga Impor Bawang Putih" di Jakarta, Kamis (25/5).
"Sehingga memang analisis kami dari Badan Pangan Nasional, adanya peningkatan harga ini sangat terkait dengan kondisi suplai. Apalagi memang kita itu bukan produsen utama untuk bawang putih," imbuhnya.
Melalui analisisnya, Retno menyampaikan bahwa ketersediaan bawang putih di tanah air berasal dari luar negeri alias impor. Bahkan kebutuhan bawang putih masih tergantung dengan stok impor yang mencapai 95 persen.
"Memang kita tahu bahwa bawang putih itu kan bukan komoditas yang kita produksi. Artinya memang 95 persen ini didatangkan dari luar. Artinya kita masih impor, ketergantungan kita terhadap impor bawang putih ini memang masih sangat tinggi," ujarnya.
Meski demikian, Retno memastikan bahwa pihaknya telah menyiapkan langkah mitigasi terkait kenaikan harga bawang putih. Salah satunya denga melakukan koordinasi dengan beberapa kementerian terkait.
Utamanya untuk menganalisis melalui neraca terkait ketersediaan dan kebutuhan bawang putih di dalam negeri. Terlebih, Bapanas dalam hal ini memiliki untuk memastikan jumlah kebutuhan pangan yang harus diimpor guna memperkuat cadangan pangan.
"Kita sudah melakukan koordinasi dengan kementerian terkait, koordinasi dengan Kemenko Perekonomian, stakeholder lain, pelaku usaha untuk coba kita upayakan. Memang secara regulasi kita sudah menyiapkan antara lain sesuai dengan kewenangan Bapanas kita ingin memperkuat cadangan pangan," tandasnya.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
10 Kebab Paling Enak di Jakarta, Kuliner Timur Tengah yang Cita Rasanya Autentik
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
