Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 2 September 2025 | 23.22 WIB

Strategi Menabung Cerdas: Kombinasikan Deposito dan Reksa Dana untuk Keamanan Finansial Jangka Panjang

Ilustrasi seseorang sedang mengelola keuangan melalui deposito (Dok. Freepik)

JawaPos.com - Harga barang yang terus naik diiringi kebutuhan yang kian bertambah membuat banyak orang mencari pekerjaan sampingan demi pemasukan tambahan. Namun, seringkali kita hanya berfokus pada cara menambah penghasilan, padahal cara mengelola uang juga sama pentingnya.

Seberapa besar pun pemasukan yang kita dapat, jika tidak diatur dengan strategi yang tepat, uang itu akan cepat habis. Inilah mengapa kesadaran akan pengelolaan tabungan, termasuk melalui deposito dan reksa dana, perlu ditingkatkan.

Memahami Deposito dan Reksa Dana

Dilansir dari Investopedia, Sertifikat Deposito (CD) adalah produk simpanan bank dengan suku bunga tetap dan periode simpan tertentu. Sederhananya, deposito adalah tabungan berjangka di bank dengan bunga tetap. Uang yang ditempatkan di deposito tidak bisa diambil sebelum jatuh tempo, kecuali dengan denda.

Sementara itu, mengutip dari Bursa Efek Indonesia, Reksa Dana adalah instrumen investasi kolektif di mana dana dari banyak investor dikelola oleh manajer investasi profesional. Dana ini kemudian diinvestasikan dalam berbagai aset seperti saham, obligasi, atau instrumen pasar uang.

Secara sederhana, deposito menawarkan kestabilan, sementara reksa dana menawarkan potensi pertumbuhan yang lebih tinggi.

Strategi Menabung Pintar: Kombinasi Keduanya

Deposito dan reksa dana sebaiknya tidak dipilih, tetapi justru dikombinasikan karena keduanya saling melengkapi. Daripada menaruh semua uang hanya di satu instrumen, lebih baik membaginya. Misalnya, alokasikan 40% dana di deposito untuk dana darurat, sementara 60% sisanya ditempatkan di reksa dana agar tetap bertumbuh. Dengan cara ini, kita punya cadangan stabil sekaligus peluang keuntungan yang lebih tinggi.

Banyak orang mungkin ragu memulai investasi karena masalah dana. Padahal, saat ini sudah banyak instrumen reksa dana yang bisa dimulai dengan jumlah kecil, minimal Rp 10.000, sementara untuk deposito, jumlahnya bisa disesuaikan dengan bank masing-masing.

Apapun instrumennya, yang terpenting adalah konsistensi dan disiplin, bukan seberapa besar jumlah uang yang diinvestasikan. Selain itu, penting untuk mengevaluasi strategi secara berkala karena tujuan keuangan bisa saja berubah seiring waktu.

Pada akhirnya, penghasilan tambahan memang penting, tetapi tidak kalah penting adalah cara kita mengelola uang tersebut. Percuma bekerja keras jika semua habis tanpa jejak.

Dengan strategi menabung pintar yang mengombinasikan deposito dan reksa dana, kita bisa memastikan uang tidak hanya aman, tetapi juga bertumbuh. Mengatur uang tidak selalu mudah, tetapi bukan berarti mustahil. Dengan sedikit disiplin dan strategi, deposito dan reksa dana bisa menjadi dua instrumen andalan yang mengantarkan kita pada kebebasan finansial di masa depan.

Editor: Candra Mega Sari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore