Ilustrasi seseorang sedang mengelola keuangan melalui deposito (Dok. Freepik)
JawaPos.com - Harga barang yang terus naik diiringi kebutuhan yang kian bertambah membuat banyak orang mencari pekerjaan sampingan demi pemasukan tambahan. Namun, seringkali kita hanya berfokus pada cara menambah penghasilan, padahal cara mengelola uang juga sama pentingnya.
Seberapa besar pun pemasukan yang kita dapat, jika tidak diatur dengan strategi yang tepat, uang itu akan cepat habis. Inilah mengapa kesadaran akan pengelolaan tabungan, termasuk melalui deposito dan reksa dana, perlu ditingkatkan.
Memahami Deposito dan Reksa Dana
Dilansir dari Investopedia, Sertifikat Deposito (CD) adalah produk simpanan bank dengan suku bunga tetap dan periode simpan tertentu. Sederhananya, deposito adalah tabungan berjangka di bank dengan bunga tetap. Uang yang ditempatkan di deposito tidak bisa diambil sebelum jatuh tempo, kecuali dengan denda.
Sementara itu, mengutip dari Bursa Efek Indonesia, Reksa Dana adalah instrumen investasi kolektif di mana dana dari banyak investor dikelola oleh manajer investasi profesional. Dana ini kemudian diinvestasikan dalam berbagai aset seperti saham, obligasi, atau instrumen pasar uang.
Secara sederhana, deposito menawarkan kestabilan, sementara reksa dana menawarkan potensi pertumbuhan yang lebih tinggi.
Strategi Menabung Pintar: Kombinasi Keduanya
Deposito dan reksa dana sebaiknya tidak dipilih, tetapi justru dikombinasikan karena keduanya saling melengkapi. Daripada menaruh semua uang hanya di satu instrumen, lebih baik membaginya. Misalnya, alokasikan 40% dana di deposito untuk dana darurat, sementara 60% sisanya ditempatkan di reksa dana agar tetap bertumbuh. Dengan cara ini, kita punya cadangan stabil sekaligus peluang keuntungan yang lebih tinggi.
Banyak orang mungkin ragu memulai investasi karena masalah dana. Padahal, saat ini sudah banyak instrumen reksa dana yang bisa dimulai dengan jumlah kecil, minimal Rp 10.000, sementara untuk deposito, jumlahnya bisa disesuaikan dengan bank masing-masing.
Apapun instrumennya, yang terpenting adalah konsistensi dan disiplin, bukan seberapa besar jumlah uang yang diinvestasikan. Selain itu, penting untuk mengevaluasi strategi secara berkala karena tujuan keuangan bisa saja berubah seiring waktu.
Pada akhirnya, penghasilan tambahan memang penting, tetapi tidak kalah penting adalah cara kita mengelola uang tersebut. Percuma bekerja keras jika semua habis tanpa jejak.
Dengan strategi menabung pintar yang mengombinasikan deposito dan reksa dana, kita bisa memastikan uang tidak hanya aman, tetapi juga bertumbuh. Mengatur uang tidak selalu mudah, tetapi bukan berarti mustahil. Dengan sedikit disiplin dan strategi, deposito dan reksa dana bisa menjadi dua instrumen andalan yang mengantarkan kita pada kebebasan finansial di masa depan.

Breaking News! Rival Veda Ega Pratama Didiskualifikasi dari Moto3 Catalunya 2026
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
Soal Kabar Kepala BGN Dadan Hindayana Ditangkap, Dasco: Serahkan ke Aparat Hukum
Profil Sony Sanjaya, Eks Jenderal Polri yang Dicopot Sebagai Wakil Kepala BGN, Sempat Diterpa Isu OTT
KPK Cari Keberadaan Wamen Imipas Silmy Karim Terkait OTT Imigrasi Jakbar
7 Pemain Baru Masuk! Bruno Moreira Hengkang, Ini Prediksi Starting XI Persebaya
Kejagung Konfirmasi Penggeledahan Kantor BGN Usai Pencopotan Dadan Hindayana
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Mantan Kepala BGN Dadan Hindayana Resmi Jadi Tersangka dan Ditahan Kejagung, Belum 24 Jam Usai Dicopot Prabowo
Kantor Badan Gizi Nasional Digeledah Kejagung, Muncul Karangan Bunga Unik Singgung Pencopotan Dadan
