Layar digital yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta. (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)
JawaPos.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis pagi dibuka melemah 4,73 poin atau 0,07 persen ke posisi 7.103,06. Sementara, kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 turun 2,82 poin atau 0,36 persen ke posisi 789,94.
Meski mengalami penurunan di sesi awal perdagangan, analis Phintraco Sekuritas Ratna Lim memproyeksikan IHSG berpeluang menguat hari ini ditopang arah kebijakan The Fed.
"Di tengah tekanan geopolitik eksternal yang meningkat dan minimnya sentimen positif baru, maka diperkirakan IHSG konsolidasi di kisaran 7.000 hingga 7.200," ujar Ratna Lim di Jakarta, Kamis.
Sesuai dengan perkiraan, The Fed mempertahankan suku bunganya tetap pada level 4,25-4,5 persen. The Fed akan mencermati dampak tarif impor, sebelum memutuskan arah kebijakan suku bunga berikutnya.
The Fed memperkirakan lebih sedikit penurunan suku bunga tahun depan di tengah kekhawatiran tentang pertumbuhan yang melambat dan inflasi yang lebih cepat.
The Fed mengindikasikan suku bunga acuan turun menjadi 3,9 persen pada tahun ini, mempertahankan perkiraan untuk dua kali penurunan suku bunga.
Untuk tahun 2026, The Fed memperkirakan suku bunga turun menjadi 3,6 persen, atau naik dari perkiraan sebelumnya sebesar 3,4 persen pada bulan Maret. Untuk tahun 2027, The Fed merevisi suku bunga turun menjadi 3,4 persen, atau naik dari proyeksi sebelumnya 3,1 persen.
Di sisi lain, pelaku pasar masih mencermati terkait dengan meningkatnya intensitas perang antara Iran dan Israel dan kekhawatiran bahwa Amerika Serikat (AS) akan ikut serta dalam konflik tersebut.
Dari kawasan Eropa, Inflasi Inggris pada Mei 2025 menjadi 3,4 persen year on year (yoy) dari 3,5 persen (yoy) di April 2025, sesuai dengan perkiraan. Inflasi di Euro Area bulan Mei 2025 juga melambat menjadi 1,9 persen (yoy) dari 2,2 persen (yoy) di April 2025.
Dari dalam negeri, sesuai dengan perkiraan, Bank Indonesia (BI) mempertahankan BI Rate pada level 5,5 persen. Keputusan ini sejalan dengan inflasi yang terkendali dalam kisaran target BI, stabilisasi nilai tukar rupiah di tengah ketidakpastian global yang tinggi, serta untuk mendorong pertumbuhan ekonomi.
Pada perdagangan Rabu (18/6/2025), bursa saham Eropa mayoritas bergerak melemah, diantaranya indeks FTSE 100 Inggris menguat 0,11 persen, Euro Stoxx 50 melemah 0,36 persen, indeks DAX Jerman turun 0,50 persen, dan index CAC Prancis turun 0,36 persen.
Bursa saham AS di Wall Street ditutup variatif pada perdagangan Rabu (18/6/2025), indeks Dow Jones Industrial Average turun 01,0 persen, berakhir di 42.171,79. Indeks S&P 500 jatuh 0,03 persen dan ditutup di 5.980,97, sementara Nasdaq Composite menguat 0,61 persen dan berakhir di 19.546,83.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
Terdepak dari Puncak Klasemen Liga Inggris, Bayang-bayang Kegagalan Juara di Akhir Musim kembali Menghantui Arsenal
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Profil Agnes Aditya Rahajeng, Pemenang Puteri Indonesia 2026
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
