
Ekspor furnitur menyasar pasar nontradisional di Timur Tengah.
JawaPos.com - Dengan karakteristik padat karya dan berorientasi ekspor, industri furnitur terus didorong pertumbuhan dan perkembangannya. Kementerian Perindustrian (Kemenperin) pun telah menggulirkan beberapa kebijakan untuk mendukungnya.
Antara lain, fasilitasi pusat logistik bahan baku industri furnitur sebagai upaya perbaikan rantai pasok bahan baku, pendirian politeknik furnitur dan pengolahan kayu di Kendal, program restrukturisasi mesin/peralatan industri pengolahan kayu, dan pemberdayaan IKM furnitur.
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menyebutkan, permebelan sebagai salah satu subsektor industri agro memberikan kontribusi sebesar 1,3 persen terhadap PDB non-migas pada 2022. Selain itu, pada tahun yang sama, kinerja ekspor senilai USD 2,47 miliar.
"Di tengah ancaman resesi global yang sebelumnya membuat pertumbuhan industri furnitur mengalami kontraksi, pada kuartal pertama tahun ini telah menunjukkan peningkatan dibandingkan kuartal IV 2022," ujar Agus Rabu (10/5).
Direktur Jenderal Industri Agro Kemenperin Putu Juli Ardika menyampaikan, pada April 2023, indeks kepercayaan industri (IKI) yang dirilis Kemenperin mencapai nilai 51,38 atau berada di level ekspansi. Salah satunya furnitur.
"Senada dengan nilai IKI yang menunjukkan level ekspansi, nilai ekspor industri furnitur tahun 2023 sampai Maret mencapai USD 501 juta," imbuhnya.
Putu mengatakan, sebagai salah satu bentuk dukungan terhadap perluasan pasar industri furnitur, Kemenperin mendukung pelaksanaan pameran berskala internasional IFFINA-Indonesia Mebel & Design Expo 2023 yang akan berlangsung di ICE BSD City pada 14–17 September 2023.
Pada kesempatan sebelumnya, Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia (HIMKI) menargetkan pertumbuhan industri furnitur pada 2023 mencapai 8 persen. Ketua Presidium HIMKI Abdul Sobur menyebutkan, penetapan proyeksi itu tergolong konservatif. Sebab, pada dua tahun lalu, industri furnitur mampu tumbuh hingga 24 persen.
"Kemudian, mengalami penurunan tajam pada 2022," ucapnya.
Pasar Amerika Serikat disebut sebagai pasar ekspor utama Indonesia. Untuk wilayah Eropa, HIMKI menilai ketegangan politik masih berpotensi memberikan dampak.
"Untuk mengejar target nilai ekspor sebesar USD 5 miliar pada 2024 mendatang, pertumbuhan ekspor perlu dicapai setidaknya 13,4 persen per tahun. Oleh karena itu, kami akan menyasar pasar-pasar baru seperti India dan Timur Tengah," tuturnya. (agf/c17/dio)

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
10 Kebab Paling Enak di Jakarta, Kuliner Timur Tengah yang Cita Rasanya Autentik
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
