Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 21 Mei 2025 | 15.42 WIB

Harga Emas Dunia Naik Lebih Dari 1 Persen, Didukung Pelemahan Dolar dan Saham AS

Investor menunjukan logam mulai emas Antam. (Salman Toyibi/Jawa Pos)

JawaPos.com - Harga emas dunia naik lebih dari 1 persen pada Selasa (20/5) atau Rabu (21/5) waktu Indonesia karena dolar Amerika Serikat (AS) semakin melemah dan saham merosot di tengah ketidakpastian atas kebijakan tarif AS dan potensi gencatan senjata antara Rusia dan Ukraina.

Melansir Reuters, harga emas spot naik 1,7 persen menjadi USD 3.284,74 per ons. Harga emas berjangka AS ditutup 1,6 persen lebih tinggi menjadi USD 3.284,6. Namun, dolar yang lemah membuat emas batangan lebih murah bagi pembeli yang memegang mata uang lain.

Sementara itu, nilai tukar dolar AS kembali merosot karena terbebani oleh kehati-hatian Federal Reserve terhadap perekonomian, setelah mengalami aksi jual secara luas pada hari Senin (19/5).

Aksi jual dilakukan setelah lembaga pemeringkat Moody's menurunkan peringkat utang negara AS, satu tingkat turun dari "Aaa" menjadi "Aa1" karena kekhawatiran mengenai utang negara yang terus meningkat.

"Masih ada ketidakpastian di pasar. Yang paling menonjol, penurunan peringkat Moody's dan melemahnya dolar telah mendukung kompleks logam mulia secara keseluruhan," kata David Meger, Direktur Perdagangan Logam di High Ridge Futures.

Saham AS melemah karena investor fokus pada pemungutan suara penting di Washington mengenai pemotongan pajak besar-besaran Presiden AS Donald Trump. Sedangkan emas batangan dianggap sebagai aset yang aman selama periode ketidakpastian geopolitik dan ekonomi.

"Emas akan menghadapi resistensi serius pada USD 3.350 dengan sedikit resistensi kecil pada USD 3.300. Bahkan diperdagangkan dalam kisaran baru USD 3.150 hingga USD 3.350," kata Phillip Streible, kepala strategi pasar di Blue Line Futures.

Ketegangan yang sedang berlangsung antara Rusia dan Ukraina merupakan faktor yang lebih memengaruhi platinum dan paladium, kata Meger, karena tidak adanya kesepakatan potensial dapat berarti berkurangnya pasokan di pasar yang berasal dari Rusia. Rusia adalah produsen paladium terbesar di dunia dan produsen platinum terbesar kedua.

Uni Eropa dan Inggris mengumumkan sanksi baru terhadap Rusia pada hari Selasa (20/5) tanpa menunggu AS untuk bergabung. Kebijakan itu disampaikan sehari setelah Presiden Donald Trump berbicara dengan Vladimir Putin tetapi tidak dapat memperoleh janji gencatan senjata di Ukraina.

Di sisi lain, platinum mencapai titik tertinggi sejak Oktober 2024, naik 5 persen menjadi USD 1.048,05. Paladium naik 4,2 persen menjadi USD 1.015,58 mencapai titik tertinggi sejak 4 Februari dan harga perak spot naik 2,1 persen menjadi USD 33,01.

Editor: Mohamad Nur Asikin
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore