Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 23 April 2025 | 16.13 WIB

BEI Target 150 Partisipan Bursa Karbon, Ajak Pemain Global Terlibat Perdagangan

Diskusi perdagangan bursa karbon di main hall Gedung Bursa Efek Indonesia, Selasa (22/4). - Image

Diskusi perdagangan bursa karbon di main hall Gedung Bursa Efek Indonesia, Selasa (22/4).

JawaPos.com - Bursa Karbon Indonesia (IDXCarbon) menargetkan peningkatan partisipan di 2025. Sejalan dengan transaksi perdagangan karbon yang lebih tinggi dibandingkan bursa karbon negara-negara kawasan Asia. Ada pula permintaan dari pemilik-pemilik proyek di luar negeri yang ingin mendaftarkan dalam memperdagangkan karbon kreditnya di tanah air.

"Target kita tahun ini 150 pengguna jasa," ucap Direktur Pengembangan Bursa Efek Indonesia (BEI) Jeffrey Hendrik di Gedung BEI, Selasa (22/4).

IDXCarbon akan terus menggencarkan sosialisasi ke berbagai negara. Antara lain, Korea Selatan dan Jepang. "Yang kami lihat potensial itu. Jepang sudah menandatangani kerja sama dengan Indonesia," imbuhnya.

Dari dalam negeri, perusahaan swasta masih mendominasi sebagai pembeli unit karbon. Perusahaan badan usaha milik negara (BUMN) juga terlibat dalam perdagangan unit karbon. Meski, porsinya tidak terlalu besar.

"Rata-rata dari sektor pertambangan," ungkap Jeffrey.

IDXCarbon mencatat volume transaksi perdagangan karbon mencapai 1.598.703 tCO2e (ton ekuivalen) dengan nilai transaksi Rp 77,91 miliar. Jumlah ini melebihi jumlah total volume transaksi perdagangan karbon sepanjang 2024 sebesar 413.764 tCO2e. Serta sepanjang 2023 yang membukukan transaksi 494.254 tCO2e.

"Saat ini terdapat tujuh proyek pengurangan emisi berbasis teknologi yang diperjualbelikan dengan jumlah available to be traded sebanyak 2.203.119 tCO2e," terang Direktur Utama BEI Iman Rachman.

Berbagai mekanisme juga telah disiapkan untuk memberikan fleksibilitas bagi penjual dan pembeli dalam bertransaksi di bursa karbon. Salah satunya menghadirkan program 'Next Zero to Better' sebagai bagian dari kampanye sosial bekerja sama dengan berbagai pihak. Untuk meningkatkan kesadaran dan literasi teknologi pasar karbon di kalangan masyarakat luas, termasuk audiens global.

"Kami mempertahankan kebijakan untuk tetap memberikan fleksibilitas berupa pembebasan biaya. Mulai dari pendaftaran pengguna jasa, pengapalan unit karbon, membership, biaya tahunan, hingga biaya yang ditetapkan bagi seluruh pengguna jasa IGS Karbon," bebernya.

Perkembangan jumlah partisipan terbilang pesat. Dari hanya 16 partisipan saat awal peluncuran, kini telah mencapai 111 pengguna jasa. Aktivitas retirement atau penarikan unit karbon dari peredaran juga menunjukkan tren peningkatan dari hanya 6.260 ton menjadi hampir 1 juta ton CO2e.

Menurut Iman, jumlah transaksi yang tercapai saat ini memang belum maksimal. Namun, bila dibandingkan dengan inisiatif serupa yang usianya tidak jauh berbeda. Performa bursa karbon Indonesia jauh lebih tinggi, bahkan tujuh kali lipat, jika dibandingkan dengan bursa karbon Jepang. "Volume transaksi kita 2 kali lipat lebih besar," jelasnya.

IDXCarbon mulai menarik perhatian internasional. BEI telah menerima permintaan dari sejumlah pemilik proyek di luar negeri yang ingin mendaftarkan kredit karbonnya melalui IGS Karbon. Meski begitu, fokus utama saat ini adalah membuka akses lebih luas bagi perdagangan unit karbon Indonesia ke audiens global.

"Kami ingin melihat bagaimana era baru perdagangan karbon internasional ini bisa menjadi peluang bagi Indonesia. Bursa Karbon Indonesia memiliki potensi besar untuk berperan aktif di kancah global," tandasnya.

Editor: Mohamad Nur Asikin
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore