
Peningkatan cadangan devisa dipengaruhi oleh penerimaan devisa dari pajak dan hasil ekspor migas bagian pemerintah
JawaPos.com–Cadangan devisa (cadev) Indonesia tercatat sebesar USD 157,1 miliar per akhir Maret. Naik dari USD 154,5 miliar sebelumnya.
Chief Economist Bank Mandiri Andry Asmoro menilai, cadev akan tetap solid meski tekanan eksternal masih akan kuat akibat perang dagang Amerika Serikat (AS) versus Tiongkok.
Andry memperkirakan, cadev Indonesia akan tetap solid dalam beberapa bulan ke depan. Didukung surplus perdagangan yang stabil. Khususnya dari sektor komoditas seperti batu bara, CPO, dan logam dasar termasuk nikel, tembaga, emas, dan timah.
”Namun, kami memperkirakan tekanan eksternal dapat muncul akibat meningkatnya ketidakpastian global, terutama dari eskalasi ketegangan dagang AS-Tiongkok dan kebijakan tarif Trump yang dinamis,” ungkap pria yang akrab disapa Asmo itu kepada Jawa Pos, Senin (14/4).
Dia juga melihat potensi risiko arus keluar modal (capital outflow) yang bisa meningkat. Jika, pasar kembali ke mode risk-off di tengah volatilitas global yang tinggi. Kondisi tersebut tentu dapat menekan cadev Indonesia.
”Selama tidak terjadi gangguan besar di tingkat global, kami memperkirakan cadangan devisa Indonesia akan tetap berada dalam kisaran USD 155 hingga 160 miliar pada akhir 2025," terang Asmo.
Sebelumnya, Bank Indonesia (BI) menyatakan, peningkatan cadangan devisa didorong penerimaan pajak dan jasa. Ditambah penarikan utang luar negeri pemerintah.
Di tengah gejolak ekonomi global yang disebabkan kebijakan tarif Presiden AS Donald Trump, bank sentral mengklaim kondisi ekonomi dan stabilitas keuangan Indonesia tetap terjaga.
Cadev dinikai cukup untuk membiayai impor barang dan jasa selama 6,7 bulan atau impor barang. Serta pembayaran utang luar negeri pemerintah selama 6,5 bulan. Jauh di atas standar kecukupan internasional sekitar tiga bulan impor.
BI menilai bahwa tingkat cadev saat ini memadai untuk mendukung ketahanan sektor eksternal serta menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan. Peningkatan cadev memperkuat sentimen positif terhadap ketahanan eksternal Indonesia di tengah ketidakpastian global. Sehingga dapat mendukung penguatan nilai tukar rupiah meskipun ada potensi volatilitas global akibat tarif Trump.
Dengan cadangan yang jauh di atas standar kecukupan internasional, Indonesia memiliki fleksibilitas lebih tinggi untuk mengelola tekanan eksternal. Seperti arus keluar modal atau gejolak pasar global.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
10 Kebab Paling Enak di Jakarta, Kuliner Timur Tengah yang Cita Rasanya Autentik
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
