Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 14 April 2025 | 22.40 WIB

Jika Pasar Kembali Risk-off akibat Perang Dagang AS-Tiongkok, Cadangan Devisa Bakal Tergerus

Peningkatan cadangan devisa dipengaruhi oleh penerimaan devisa dari pajak dan hasil ekspor migas bagian pemerintah - Image

Peningkatan cadangan devisa dipengaruhi oleh penerimaan devisa dari pajak dan hasil ekspor migas bagian pemerintah

JawaPos.com–Cadangan devisa (cadev) Indonesia tercatat sebesar USD 157,1 miliar per akhir Maret. Naik dari USD 154,5 miliar sebelumnya.

Chief Economist Bank Mandiri Andry Asmoro menilai, cadev akan tetap solid meski tekanan eksternal masih akan kuat akibat perang dagang Amerika Serikat (AS) versus Tiongkok.

Andry memperkirakan, cadev Indonesia akan tetap solid dalam beberapa bulan ke depan. Didukung surplus perdagangan yang stabil. Khususnya dari sektor komoditas seperti batu bara, CPO, dan logam dasar termasuk nikel, tembaga, emas, dan timah.

”Namun, kami memperkirakan tekanan eksternal dapat muncul akibat meningkatnya ketidakpastian global, terutama dari eskalasi ketegangan dagang AS-Tiongkok dan kebijakan tarif Trump yang dinamis,” ungkap pria yang akrab disapa Asmo itu kepada Jawa Pos, Senin (14/4).

Dia juga melihat potensi risiko arus keluar modal (capital outflow) yang bisa meningkat. Jika, pasar kembali ke mode risk-off di tengah volatilitas global yang tinggi. Kondisi tersebut tentu dapat menekan cadev Indonesia.

”Selama tidak terjadi gangguan besar di tingkat global, kami memperkirakan cadangan devisa Indonesia akan tetap berada dalam kisaran USD 155 hingga 160 miliar pada akhir 2025," terang Asmo.

Sebelumnya, Bank Indonesia (BI) menyatakan, peningkatan cadangan devisa didorong penerimaan pajak dan jasa. Ditambah penarikan utang luar negeri pemerintah.

Di tengah gejolak ekonomi global yang disebabkan kebijakan tarif Presiden AS Donald Trump, bank sentral mengklaim kondisi ekonomi dan stabilitas keuangan Indonesia tetap terjaga.

Cadev dinikai cukup untuk membiayai impor barang dan jasa selama 6,7 bulan atau impor barang. Serta pembayaran utang luar negeri pemerintah selama 6,5 bulan. Jauh di atas standar kecukupan internasional sekitar tiga bulan impor.

BI menilai bahwa tingkat cadev saat ini memadai untuk mendukung ketahanan sektor eksternal serta menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan. Peningkatan cadev memperkuat sentimen positif terhadap ketahanan eksternal Indonesia di tengah ketidakpastian global. Sehingga dapat mendukung penguatan nilai tukar rupiah meskipun ada potensi volatilitas global akibat tarif Trump.

Dengan cadangan yang jauh di atas standar kecukupan internasional, Indonesia memiliki fleksibilitas lebih tinggi untuk mengelola tekanan eksternal. Seperti arus keluar modal atau gejolak pasar global.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore