Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 17 Februari 2025 | 15.29 WIB

Prediksi IHSG dan 3 Rekomendasi Saham untuk Trading Pekan Ini di Tengah Ketegangan Ekonomi Dunia

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Di Gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Kamis (6/2/2025). (Salman Toyibi/Jawa Pos)

JawaPos.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup di zona merah dengan pelemahan sebesar -1,54 persen dalam sepekan kemarin menjadi berada pada level 6.638,45 dari 6.752,57 pada akhir perdagangan, Jumat, 14 Februari 2025.

Community Lead Indo Premier Sekuritas (IPOT) Angga Septianus menyampaikan, pelemahan IHSG tertopang 2 top losers IDX ENERGY karena aksi jual asing dan terkoreksinya harga batu bara dań IDX INFRA karena penurunan saham BREN dan TLKM.

"Sementara itu 2 top gainer sepekan lalu yakni IDX TECHNO karena kenaikan saham BUKA di tengah kenaikan emiten grup Elang Mahkota dan IDX CYCLIC yang ditopang kenaikan saham-saham media FILM dan MNCN," kata Angga dalam analisisnya yang diterima JawaPos.com, Senin (17/2).

Berbicara tentang potensi market pada 17-21 Februari 2025, Angga meminta pelaku pasar saham untuk mencermati level support IHSG 6.500 yang sangat krusial untuk menjaga pergerakan IHSG semenjak 3 tahun terakhir.

"Jika gagal bertahan, IHSG berpotensi terkoreksi lebih lanjut ke 6.300," ujarnya.

Berbicara tentang sentimen pada pekan ini, ia menyebutkan 2 hal yang wajib diperhatikan para trader supaya tetap bisa mendulang cuan. Pertama, sentimen perkembangan tarif yang akan diterapkan Trump, terutama terkait Reciprocal Tariff atau Tarif Timbal Balik untuk partner dagang AS.

Meskipun Trump mengklaim bahwa kebijakan ini "adil untuk semua pihak", namun Angga menilai beberapa negara telah memberikan sinyal akan mengambil langkah balasan jika AS benar-benar memberlakukan tarif timbal balik.

Sehingga ketegangan ekonomi pun muncul karęna potensi perang dagang dan geopolitik di depan mata. Kedua, lanjut Angga, pergerakan nilai tukar Rupiah.

Menurut amatannya, kurs USD - IDR diharapkan mengalami penguatan seiring terkoreksinya Indeks Dolar AS (DXY) yang menjadi tolok ukur kekuatan USD. "Korelasi USD-IDR dengan IHSG sangat erat. Jika USD-IDR menguat maka IHSG juga berpotensi menguat," jelasnya.

Berkaca pada 2 sentimen di atas, PT Indo Premier Sekuritas memberikan 3 rekomendasi saham berikut untuk trading pekan ini:

1. Buy PSAB (Current Price: 274, Entry: 284, Target Price : 302 (+6,3%), Stop Loss : < 274 (-3,5%)). PSAB menjadi emiten yang menarik karena harga emas dunia mencapai level tertinggi di minggu kemarin seiring permintaan akan safe haven asset di tengah ketegangan ekonomi karena perang dagang dan geopolitik.

2. Buy INDY (Current Price: 1.510, Entry: 1.510, Target Price: 1.600 (+6,0%), Stop Loss: < 1.465 (-3,0%), Risk to Reward Ratio = 1:2,0). Emiten ini berpotensi menguat tertopang sentimen PT Indika Energy Tbk (INDY) yang siap memacu proyek emas Awak Mas di Sulawesi Selatan, walaupun produksi baru akan dimulai pada 2026 nanti.

3. Buy TINS (Current Price: 1.015, Entry: 1.045, Target Price : 1.100 (+5,3%), Stop Loss : < 1.015 (-2,9%), Risk to Reward Ratio = 1:1,8). Emiten ini berada di resistance trendline dan jika breakout di atas 1.045 berpotensi lanjut ke 1.100. Terlebih, harga timah mengalami kenaikan dalam seminggu terakhir.

Editor: Nurul Adriyana Salbiah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore